LPHK Linge Lestari Kembangkan Kopi tanpa Menebang Hutan
- 19 Jun 2026 20:33 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon – Lembaga Pengelola Hutan Kampung (LPHK) Linge Lestari mengembangkan pengelolaan hutan berbasis masyarakat melalui budidaya Kopi Arabika Gayo di bawah tegakan pinus tanpa melakukan penebangan maupun pembakaran hutan. Model perhutanan sosial tersebut menjadi solusi yang memadukan peningkatan ekonomi masyarakat dengan pelestarian kawasan hutan.
Pengelolaan lahan dilakukan dengan sistem agroforestri, yakni memanfaatkan ruang di bawah tegakan pinus untuk budidaya kopi. Selain menjaga tutupan hutan tetap utuh, pola ini memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat yang tergabung dalam LPHK Linge Lestari.
| Baca juga: Bupati Haili Bahas Pakai Lahan Konsesi THL |
Untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi anggota selama menunggu tanaman kopi memasuki masa produksi, LPHK juga mendorong penanaman tembakau di sela-sela tanaman kopi. Tanaman semusim tersebut diperkirakan dapat dipanen dalam waktu sekitar empat bulan sehingga menjadi sumber pendapatan sementara bagi petani.
Ketua LPHK Linge Lestari, Fauzi atau Jimi G, mengatakan pola tanam tersebut dirancang agar masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa mengurangi fungsi ekologis kawasan hutan.
"Perpaduan tanaman kehutanan, kopi, dan tanaman semusim menjadi bentuk pengelolaan lahan yang produktif, efisien, serta berkelanjutan karena mampu menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," disampaikan Fauzi.
Dalam pelaksanaannya, LPHK Linge Lestari juga mendapat dukungan dari Gayo Environmental Conservation (GEC) melalui edukasi dan pendampingan mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati di kawasan hutan.
Masyarakat diperkenalkan dengan berbagai tumbuhan asli seperti pohon Rembele (Saurauia sp.), kantung semar (Nepenthes sp.), edelweis, serta satwa khas kawasan Burni Telong seperti burung Urem-Urem, burung Kukur Gunung, siamang, kedih, macan dahan, dan berbagai spesies lainnya.
Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat didorong untuk terus mengembangkan pengelolaan hutan yang produktif tanpa mengabaikan upaya konservasi, sehingga kawasan hutan tetap menjadi penyangga kehidupan sekaligus sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....