Kemendikdasmen Targetkan Sekolah Tenda di Aceh Tengah Segera Berakhir

  • 09 Jun 2026 12:01 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID,Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan pembelajaran di tenda darurat segera dituntaskan, melalui pembangunan Ruang Kelas Darurat (RKD) dan percepatan relokasi.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, dengan jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, Senin 8 Juni 2026.

Dalam pertemuan itu, Pemkab Aceh Tengah mengajukan lima usulan prioritas terkait relokasi dan rehabilitasi sekolah yang terdampak bencana.

Disampaikan sebanyak 17 sekolah berada di zona merah dan harus direlokasi, terdiri atas lima TK, sepuluh SD, dan dua SMP. Selain itu, 238 sekolah lainnya membutuhkan rehabilitasi, meliputi 27 TK, 174 SD, dan 37 SMP.

Bupati Haili menegaskan, sejumlah sekolah masih menjalankan kegiatan belajar mengajar di tenda, termasuk di Kecamatan Linge. Relokasi sekolah juga harus segera dilakukan, demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

"Beberapa sekolah masih belajar di tenda. Tanah untuk relokasi sudah kami siapkan. Namun kondisi longsor yang terus terjadi menyebabkan proses penanganan menjadi lebih lambat," ujar Haili Yoga.

Ditambahkan, pemerintah daerah terus mempercepat penyediaan lahan untuk pembangunan sekolah baru. Proposal relokasi dan pembangunan sekolah yang diajukan telah mendapat respons positif dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharwoto, memastikan akan terus mendukung pemulihan sektor pendidikan di Aceh Tengah. Ia menegaskan, fase belajar di tenda harus segera berakhir.

"Tahapan sekolah di tenda harus selesai. Jika lahan relokasi sudah tersedia, dalam dua minggu Ruang Kelas Darurat bisa selesai dibangun," kata Gogot.

Hingga saat ini, telah dibangun 33 Ruang Kelas Darurat di wilayah terdampak bencana. Kemendikdasmen juga terus mengirimkan tim pendamping, guna mempercepat penanganan sekolah yang mengalami kerusakan paling parah.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan kesiapan lahan dari pemerintah daerah, seluruh siswa diharapkan segera menikmati proses belajar mengajar yang aman, nyaman, dan terbebas dari keterbatasan fasilitas darurat.(FJ)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....