Niat Puasa Arafah, Amalan Sunnah Penuh Keutamaan jelang Iduladha
- 25 Mei 2026 07:56 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, TAKENGON : Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa sunnah Arafah yang jatuh setiap tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa ini menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Puasa Arafah memiliki makna istimewa karena bertepatan dengan waktu jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah, sebuah rukun utama dalam ibadah haji. Selain menjadi bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT, puasa ini juga dikenal memiliki pahala dan keutamaan besar.
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Karena itu, banyak umat Muslim memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak ibadah, doa, serta memohon ampunan kepada Allah SWT. Sementara jemaah haji yang sedang wukuf di Padang Arafah tidak disunahkan (bahkan dimakruhkan) untuk berpuasa, agar mereka memiliki tenaga untuk memperbanyak doa dan zikir.

Adapun niat puasa Arafah dapat dibaca sejak malam hari (sejak terbenamnya matahari) hingga sebelum terbit fajar selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa. Berikut lafaz niat puasa Arafah:
“Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala,”
yang artinya, “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Selain mendapatkan pahala besar, puasa Arafah juga menjadi sarana melatih kesabaran, meningkatkan keikhlasan, serta memperkuat rasa syukur. Ibadah ini sekaligus menjadi pengingat tentang pentingnya pengorbanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat diimbau memanfaatkan momentum bulan Dzulhijjah dengan memperbanyak amal saleh seperti berpuasa, bersedekah, membaca Al-Qur’an, dan membantu sesama agar keberkahan Iduladha semakin terasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....