Nikmat Terbesar adalah Ketaatan kepada Allah
- 21 Mei 2026 10:32 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Ceramah Subuh bersama Tgk. H. Imam Bukhari, M.Pd yang juga sebagai Kasubdit Pengembangan Akademik, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direkrotat Jendral Pendidikan Islam, kembali disiarkan secara langsung melalui Pro 1 RRI Takengon pada Kamis, 21 Mei 2026 pukul 05.30 WIB. Dalam tausyiahnya, beliau mengajak umat Islam untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT dengan cara menggunakannya di jalan ketaatan dan ibadah kepada-Nya.
Mengawali ceramahnya, Tgk. H. Imam Bukhari mengucapkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT serta berselawat kepada Baginda Rasulullah SAW yang telah membawa umat manusia dari alam kegelapan menuju cahaya Islam.
Beliau menyampaikan bahwa kenikmatan terbesar yang Allah berikan kepada seorang hamba bukan semata-mata harta, jabatan, ataupun kesehatan, melainkan kemampuan untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah SWT. Sebab, tidak semua orang yang diberi nikmat mampu menggunakan nikmat tersebut di jalan yang diridhai Allah.
Dalam tausyiahnya, beliau mengingatkan bahwa apabila nikmat yang diberikan Allah justru digunakan untuk sarana kemaksiatan, maka azab Allah SWT sangatlah pedih. Kemaksiatan yang dilakukan seseorang, kata beliau, akan menyeret kepada kemaksiatan berikutnya sehingga hati semakin jauh dari petunjuk Allah SWT.
“Maksiat itu tidak berhenti pada satu perbuatan saja. Kemaksiatan pertama akan diikuti oleh kemaksiatan kedua dan ketiga apabila tidak segera disadari dan ditaubati,” jelas beliau.
Tgk. H. Imam Bukhari juga mengutip pendapat Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin tentang hakikat syukur. Menurut beliau, bersyukur bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi diwujudkan dengan menggunakan seluruh nikmat sesuai tujuan Allah memberikannya, yakni untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Beliau mencontohkan bahwa mata digunakan untuk melihat hal-hal yang baik, telinga untuk mendengar nasihat dan ilmu, lisan untuk berdzikir serta berkata benar, dan harta digunakan membantu sesama serta menegakkan kebaikan.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan firman Allah SWT:
وَمَاخَلَقْتُالْجِنَّوَالْإِنسَإِلَّالِيَعْبُدُونِوَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِوَمَاخَلَقْتُالْجِنَّوَالْإِنسَإِلَّالِيَعْبُدُونِ
Yang artinya, “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” Ayat ini menjadi pengingat bahwa tujuan utama kehidupan manusia adalah beribadah dan tunduk kepada Allah SWT.
Menutup ceramahnya, Tgk. H. Imam Bukhari mengajak seluruh pendengar untuk menjaga nikmat Allah dengan memperbanyak amal saleh, menjauhi kemaksiatan, serta senantiasa memohon agar hati tetap istiqamah dalam ketaatan kepada Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....