YAKG Ungkap Cerita yang Tak Terlihat dari Secangkir Kopi Gayo si “Emas Hitam”
- 16 Mei 2026 17:15 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon – Kopi Gayo disebut sebagai “emas hitam” yang sangat berharga di pasar internasional. Namun di balik aroma harum dan rasa nikmatnya, ada perjuangan panjang petani, perempuan penyortir kopi, hingga anak muda yang menjaga kualitas kopi sebelum tersaji di meja penikmatnya.
Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Anak Kopi Gayo (YAKG), Rahmah Fadritawati atau Diitha, dalam program Ruang Komunitas RRI Takengon, Jumat malam (15/5/2026). Menurutnya, banyak orang hanya melihat kopi dari hasil akhirnya, tanpa memahami proses panjang di baliknya.
“Yang terlihat biasanya hanya kopi di cangkir. Padahal ada perjalanan panjang mulai dari ditanam, dirawat, dipanen, dijemur hingga disortir secara manual,” kata Diitha.
Ia menjelaskan, kopi Gayo membutuhkan perhatian besar sejak tahap awal penanaman. Pemilihan benih harus disesuaikan dengan kondisi tanah dan ketinggian wilayah, sementara tanaman kopi membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun sebelum menghasilkan panen pertama.
Diitha juga menyoroti peran perempuan dalam proses kopi yang jarang diketahui publik. Menurutnya, banyak perempuan bekerja memilah biji kopi terbaik secara manual demi menjaga kualitas kopi Gayo sebelum dipasarkan.
Selain itu, petani kopi saat ini menghadapi tantangan besar akibat perubahan iklim, serangan hama, serta fluktuasi harga kopi dan mahalnya pupuk. Kondisi tersebut membuat produksi kopi terus menurun meski harga kopi di pasar terkadang mengalami kenaikan.
Menurut Diitha, minimnya keterlibatan generasi muda di sektor kopi juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak anak muda ragu bertahan di dunia kopi karena keterbatasan lahan dan ketidakpastian pendapatan, sehingga YAKG hadir sebagai wadah belajar bagi anak muda dan perempuan di sektor kopi.
Ia berharap masyarakat semakin menghargai proses panjang di balik secangkir kopi yang dinikmati setiap hari. “Kopi Gayo bukan sekadar komoditas, tetapi identitas dan budaya masyarakat Gayo. Karena itu generasi muda harus bangga menjadi bagian dari kopi Gayo,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....