Warga Reje Payung Harapkan Uluran Tangan untuk Bangun Jembatan Apung

  • 16 Mei 2026 14:35 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Warga Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, kembali menghadapi kesulitan setelah jembatan apung darurat yang sebelumnya dibangun bersama relawan hanyut diterjang derasnya arus sungai.

Kini, desa tersebut tidak memiliki akses jembatan untuk keluar masuk wilayah, termasuk bagi para siswa dari lima desa yang setiap hari harus menyeberangi sungai menuju sekolah di Desa Reje Payung.

Mulia Rizki, selaku Panitia Penanganan Bencana Desa Reje Payung, mengungkapkan bahwa sejak rusaknya jembatan darurat itu, warga sudah sebulan kesulitan menyeberang.

“Kami sudah berkali-kali melakukan perbaikan secara gotong royong, namun usaha terus kandas karena kekurangan bahan dan alat,” ujarnya.

Menurut Mulia, jembatan ini merupakan satu-satunya jalur vital bagi warga dan pelajar. Adapun kebutuhan material untuk membangun kembali jembatan apung tersebut meliputi 300 drum biru, 3 gulung kawat licin, besi behel pengikat drum, papan, dan kayu broti dengan total biaya mencapai Rp22.160.000.

Saat ini, warga membuka donasi agar pembangunan jembatan dapat segera dilakukan. Bantuan dapat disalurkan melalui rekening BSI 7346984303 atas nama PMPB Reje Payung. Konfirmasi pengiriman bisa dilakukan kepada panitia, Ketua, Zainudin – WA 0851-2678-7918, Bendahara, Zulfaisal – WA 0822-2657-9893 dan Sekretaris, Mulia Rizki – WA 0822-7636-1565

“Bantuan dari saudara kami sangat berarti, bukan hanya untuk jembatan, tetapi juga untuk memulihkan ekonomi warga di sini,” tutup Mulia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....