10 Hari Pertama Dzulhijjah, Momentum Emas Memperbanyak Amal Saleh
- 08 Mei 2026 08:39 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon :Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan salah satu waktu paling istimewa dalam Islam. Pada hari-hari tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh karena pahala yang diberikan Allah SWT sangat besar. Bahkan dalam berbagai hadis disebutkan bahwa amal saleh pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah lebih dicintai Allah dibanding hari-hari lainnya.
Sayangnya, momen berharga ini sering kali dilalaikan sebagian umat Islam. Banyak yang lebih fokus pada keutamaan sepuluh malam terakhir Ramadan, padahal sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki keistimewaan luar biasa, terutama dalam hal amal saleh secara umum seperti ibadah, sedekah, zikir, dan berbagai bentuk kebaikan lainnya.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah berpuasa sunnah pada tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan Puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah dan Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Khusus Puasa Arafah, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ibadah tersebut dapat menghapus dosa selama dua tahun, yakni dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi orang yang melaksanakannya dengan penuh keikhlasan.
Selain puasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir dengan mengucapkan takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih. Kalimat-kalimat zikir tersebut menjadi bentuk pengagungan kepada Allah SWT sekaligus menghidupkan suasana spiritual di tengah masyarakat Muslim menjelang Hari Raya Iduladha.
Amalan penting lainnya adalah berkurban bagi umat Islam yang mampu. Ibadah kurban menjadi bentuk keteladanan dari Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menunjukkan ketaatan kepada Allah SWT. Daging kurban juga menjadi sarana berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, khususnya kaum dhuafa dan mereka yang membutuhkan.
Pada hari-hari mulia ini, umat Islam juga dianjurkan meningkatkan berbagai amal saleh lainnya seperti bersedekah, membaca Al-Qur’an, membantu sesama, serta berbakti kepada kedua orang tua. Amal-amal tersebut menjadi jalan untuk meraih keberkahan dan meningkatkan kualitas keimanan.
Tak kalah penting, sepuluh hari pertama Dzulhijjah juga menjadi momentum terbaik untuk bertaubat kepada Allah SWT. Umat Islam diajak meninggalkan maksiat, memperbaiki diri, dan kembali kepada jalan ketaatan agar mendapatkan ampunan dan rahmat-Nya.
Dengan berbagai keutamaan yang dimiliki, sepuluh hari pertama Dzulhijjah hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin oleh umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan. Semoga setiap amal saleh yang dilakukan pada hari-hari penuh keberkahan ini mendapat ridha dan pahala berlipat ganda dari Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....