Menembus Isolasi, Memacu Pemulihan Bencana di Aceh Tengah

  • 25 Apr 2026 00:46 WIB
  •  Takengon

RR.CO.ID, Takengon: Memasuki akhir April 2026, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terus memacu percepatan pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut. Meski menghadapi tantangan alam yang berat, sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam membuka kembali akses daerah yang sempat terisolasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Tengah, Andalika, mengungkapkan bahwa meskipun masa tanggap darurat awal telah terlewati, kondisi di lapangan masih dinamis akibat cuaca yang belum menentu.

"Prioritas utama kami adalah hak-hak warga terdampak, terutama kebutuhan logistik dan hunian. Kami menawarkan program pembangunan Hunian Sementara (Huntara) atau Dana Tunggu Hunian (DTH) agar masyarakat tidak lagi tinggal di tenda," ujar Andalika dalam dialog bersama RRI Takengon, Jumat, 24 April 2026.

Dijelaskannya, salah satu kendala terbesar dalam proses pemulihan bencana adalah kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan yang masif. Beberapa jembatan vital seperti Jembatan Bergang, Jembatan Burlah, dan Jembatan Kalaili di wilayah Linge sempat terputus dan hanyut berulang kali akibat banjir susulan.

"Kendala utamanya adalah melangsir bahan bangunan. Material dari Medan sampai Takengon harus dipindahkan ke truk kecil, lalu dilangsir lagi karena jembatan darurat hanya bisa dilalui kendaraan tertentu. Bahkan di beberapa titik, jembatan kembali hanyut sebelum pembangunan selesai," jelas Andalika.

Namun demikian, BPBD Aceh Tengah mengapresiasi langkah cepat Kementerian PUPR dan BNPB dalam membuka jalur nasional yang sempat lumpuh total. Namun, Andalika mencatat adanya keterbatasan peran dari pemerintah provinsi dalam penanganan fisik di lapangan.

"Kolaborasi dengan pihak kementerian sangat nyata, seperti pembukaan akses jalan nasional. Namun untuk pihak provinsi, sejauh ini keterlibatannya masih sebatas pendataan, belum terlihat aksi maksimal pada jalan atau jembatan yang menjadi kewenangan mereka," ungkapnya.

Terakhir, Andikan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat adanya potensi fenomena cuaca dari hujan lebat hingga ancaman kemarau yang diperkirakan memuncak pada Agustus mendatang. Ia juga meminta kesabaran warga terkait penyaluran bantuan bantuan stimulan dan Jaminan Hidup (Jadup) yang masih dalam proses validasi data by name by address (BNBA).

"Mudah-mudahan bencana ini menjadi pengingat bagi kita. Mari kita jaga alam, sehingga alam pun menjaga kita. Kami terus berupaya maksimal memenuhi hak-hak masyarakat meskipun harus melalui proses verifikasi yang ketat," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....