Update Info Terbaru Aktivitas Gunung Burni Telong 24 April 2026
- 24 Apr 2026 16:00 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Gunungapi Bur Ni Telong yang berada di Kabupaten Bener Meriah kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang terpantau dalam kondisi Level II (Waspada). Berdasarkan laporan resmi periode pengamatan 23 April 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, aktivitas gunung setinggi 2.623 mdpl ini masih berada dalam batas yang perlu diwaspadai, meskipun belum menunjukkan gejala erupsi signifikan.
Kondisi Cuaca dan Visual Gunung
Selama periode pengamatan, kondisi meteorologi di sekitar gunung bervariasi antara cerah, berawan, hingga mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur dan tenggara, dengan suhu udara berkisar antara 16 hingga 24 derajat Celsius.
Secara visual, gunung tampak cukup jelas dengan tingkat kabut rendah hingga sedang. Tidak teramati adanya asap kawah, yang menandakan belum adanya aktivitas permukaan yang mencolok. Hal ini memberikan gambaran bahwa kondisi luar gunung relatif stabil, meskipun aktivitas di dalam perut bumi tetap berlangsung.
Aktivitas Kegempaan Masih Terpantau
Meskipun secara visual terlihat tenang, data kegempaan menunjukkan adanya aktivitas vulkanik dalam. Tercatat dua kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 3 mm, durasi antara 12 hingga 13 detik, serta selisih waktu gelombang S-P berkisar 1,2 hingga 1,3 detik.
Gempa vulkanik dalam ini mengindikasikan adanya pergerakan fluida atau magma di kedalaman, yang menjadi salah satu parameter penting dalam pemantauan aktivitas gunungapi. Meski jumlahnya relatif kecil, kondisi ini tetap perlu diwaspadai sebagai bagian dari dinamika alami gunungapi aktif.
Status Waspada dan Imbauan Keselamatan
Dengan kondisi tersebut, status Gunung Bur Ni Telong masih berada pada Level II (Waspada). Artinya, masyarakat dan para pendaki diimbau untuk tidak mengabaikan potensi bahaya yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui laporan ini memberikan rekomendasi tegas, yaitu:
- Tidak mendekati area kawah dalam radius 3 kilometer
- Menghindari kawasan fumarola dan solfatara, terutama saat cuaca mendung atau hujan
Kawasan tersebut berpotensi mengeluarkan gas berbahaya yang tidak selalu terlihat secara kasat mata, sehingga dapat membahayakan keselamatan.
Peran Masyarakat dalam Mitigasi Bencana
Kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap rekomendasi sangat penting dalam mengurangi risiko bencana. Gunungapi seperti Bur Ni Telong memang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di dataran tinggi Gayo, namun kewaspadaan tetap harus menjadi prioritas utama.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar lereng gunung, agar selalu siap menghadapi kemungkinan perubahan aktivitas.
Gunung Bur Ni Telong saat ini masih berada dalam fase waspada dengan aktivitas yang relatif terkendali. Namun demikian, dinamika gunungapi bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Bener Meriah dan para pendaki diharapkan untuk terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang serta mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan.
Keselamatan adalah prioritas utama—dan kewaspadaan adalah langkah awal untuk melindungi diri dari potensi bencana alam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....