Waspada Banjir dan Longsor, BMKG Aceh Imbau Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan
- 11 Apr 2026 07:01 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon – Masyarakat di wilayah Aceh, khususnya wilayah tengah, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor menyusul adanya peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh BMKG.
Dalam surat resmi yang dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh pada 10 April 2026, disebutkan bahwa terdapat gangguan atmosfer berupa pola siklonik yang memicu terbentuknya daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
Akibatnya, sejumlah wilayah diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Situasi ini berisiko menimbulkan bencana seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor.
Sementara itu, dalam program informasi cuaca Sabtu, 11 April 2026, prakirawan BMKG Aceh, Muhammad Niza Andria, menyampaikan bahwa pada pagi hari wilayah tengah Aceh terpantau cerah berawan, namun pada siang hingga malam hari terdapat potensi hujan ringan hingga sedang.
Kecepatan angin berkisar antara 10 hingga 30 km per jam, dan terpantau satu titik panas (hotspot) di wilayah Gayo Lues dengan tingkat kepercayaan sedang.
BMKG juga menegaskan bahwa kondisi tanah di sejumlah wilayah Aceh saat ini tergolong rentan, sehingga masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan, lereng, maupun bantaran sungai diminta untuk lebih waspada terhadap potensi longsor dan banjir, terutama saat hujan terjadi dalam durasi cukup lama.
Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini serta mengambil langkah antisipasi guna mengurangi risiko bencana.
Kesiapsiagaan dan kehati-hatian menjadi kunci penting dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Aceh dalam beberapa hari ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....