Syakban, Gerbang Menuju Ramadhan yang Kerap Dilalaikan

  • 23 Jan 2026 10:43 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon – Penceramah subuh, Tgk. Hasyimi, S.Ag, mengingatkan umat Islam bahwa saat ini kita telah memasuki awal bulan Syakban, sebuah bulan yang menjadi pintu gerbang menuju Ramadhan. Hal tersebut disampaikan dalam Ceramah Subuh Live dari Masjid Agung Ruhamah Takengon, pada Jum’at subuh, 23 Januari 2026.

Dalam ceramahnya, Tgk. Hasyimi menuturkan bahwa meskipun Syakban memiliki keutamaan besar, namun justru sering dilalaikan oleh banyak umat Muslim. Manusia, kata beliau, kian sibuk dengan urusan dunia, tenggelam dalam aktivitas materi, hingga lupa menyiapkan diri secara spiritual untuk menyambut Ramadhan yang sudah di depan mata.

“Syakban ini adalah bulan persiapan, namun justru banyak manusia lalai. Sibuk mengejar dunia, sibuk dengan materi, sampai lupa memperbaiki hubungan dengan Allah,” ujar Tgk. Hasyimi.

Ia kemudian mengingatkan sebuah riwayat tentang kebiasaan Rasulullah yang memperbanyak puasa di bulan Syakban. Bahkan, para sahabat pernah mengatakan bahwa mereka tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebanyak di bulan Syakban, selain bulan Ramadhan.

Dalam riwayat tersebut, Rasulullah menjelaskan bahwa Syakban adalah bulan yang sering dilupakan manusia, terletak di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Padahal, pada bulan inilah segala amal perbuatan manusia diangkat dan diperlihatkan kepada Allah SWT.

“Rasulullah ingin ketika amal beliau diangkat, beliau dalam keadaan berpuasa. Ini menjadi pelajaran besar bagi kita semua,” tambahnya.

Tgk. Hasyimi mengajak jamaah untuk tidak menyia-nyiakan bulan Syakban, melainkan menjadikannya sebagai momentum memperbanyak ibadah, seperti puasa sunnah, memperbaiki shalat, memperbanyak dzikir, serta membersihkan hati dari sifat lalai dan dosa.

Menutup ceramahnya, ia menegaskan bahwa Ramadhan bukan datang secara tiba-tiba, tetapi harus disambut dengan kesiapan iman dan amal. Syakban adalah waktu terbaik untuk mempersiapkan diri agar Ramadhan kelak tidak berlalu tanpa makna.

“Jangan sampai Ramadhan datang, tapi hati kita belum siap. Mari manfaatkan Syakban ini sebaik-baiknya,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....