Kue Jejorong dan Pecak Bandeng, Kuliner Ramadan yang Diburu Warga Banten
- 11 Mar 2026 13:10 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Menjelang berbuka puasa, dua kuliner khas Banten yakni kue jejorong dan pecak bandeng menjadi buruan utama masyarakat. Hal ini disampaikan oleh warga Banten, Dika Ratu Marfu’atu, saat bergabung dalam program Kisah Unik Ramadan RRI Takengon.
Acara disiarkan di Pro1 RRI Takengon, frekuensi 93 Fm, dipandu penyiar Budirosla Tirtona. Ratu menuturkan bahwa kedua makanan tersebut sangat diminati karena cita rasanya yang khas dan menjadi bagian dari tradisi Ramadan di daerahnya.
Kue jejorong merupakan makanan tradisional dari Pandeglang dan Lebak, Banten. Terbuat dari tepung beras, santan, dan gula aren. Kue ini disajikan dalam wadah daun pisang berbentuk persegi.
Teksturnya lembut dengan rasa manis gurih, serta aroma khas daun pisang yang membuatnya semakin istimewa. Namun, karena berbahan santan, kue jejorong harus segera disantap agar tidak cepat basi.
Sementara itu, pecak bandeng adalah sajian khas pesisir Banten yang menghadirkan sensasi pedas segar. Ikan bandeng segar dibakar, lalu disiram dengan bumbu pecak yang terdiri dari cabai rawit, bawang merah, bawang putih, jeruk limau, terasi bakar, dan rempah lainnya.
“Perpaduan rasa pedas, gurih, dan segar menjadikan pecak bandeng berbeda dari pecak khas Sunda maupun Betawi,” ujarnya.
Kue jejorong cocok dijadikan takjil manis untuk berbuka, sedangkan pecak bandeng lebih pas sebagai hidangan utama. Keduanya bukan sekadar makanan, melainkan juga simbol kekayaan kuliner Banten yang selalu dirindukan saat Ramadan tiba.