Tips Menonton Piala Dunia ala Erik agar Tidak Ganggu Sekolah dan Kerja
- 09 Jun 2026 11:02 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon — Euforia Piala Dunia 2026 dipastikan kembali menyita perhatian masyarakat Indonesia. Namun di tengah padatnya aktivitas sekolah, kuliah, dan pekerjaan, masyarakat diingatkan agar tetap bijak menikmati pertandingan sepak bola terbesar dunia tersebut.
Dalam dialog di Pro 1 RRI Takengon, content creator Rahmat Erik Aulia membagikan sejumlah tips agar masyarakat tetap dapat menikmati Piala Dunia tanpa mengganggu produktivitas sehari-hari.
Menurut Erik, hal terpenting adalah tetap menjadikan sekolah, kuliah, dan pekerjaan sebagai prioritas utama. Ia menyarankan masyarakat memanfaatkan tayangan ulang atau highlight pertandingan apabila tidak sempat menyaksikan laga secara langsung.
“Sekarang sudah mudah. Kalau enggak sempat nonton live, kita masih bisa lihat tayangan ulang atau cuplikan gol di media sosial,” ujarnya.
Erik juga mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan diri begadang berlebihan hingga mengganggu kesehatan. Ia menyebut istilah “demam Piala Dunia” sering muncul setiap empat tahun sekali, namun jangan sampai benar-benar jatuh sakit karena terlalu memaksakan diri menonton pertandingan.
Selain itu, dia mengimbau para pendukung sepak bola agar tidak terlalu fanatik hingga memicu konflik atau perdebatan berlebihan antarpendukung tim.
“Anggap sepak bola itu hiburan. Siapa pun yang menang dan kalah, jangan sampai bikin permusuhan,” katanya.
Bagi pekerja dan pelajar, Erik menyarankan memilih pertandingan-pertandingan penting seperti semifinal dan final untuk ditonton secara langsung bersama teman atau keluarga. Menurutnya, cara tersebut dapat membuat pengalaman menonton lebih seru tanpa terlalu mengganggu aktivitas utama.
Ia juga melihat budaya nonton bareng atau nobar kemungkinan masih akan ramai, meskipun kini banyak masyarakat lebih memilih menikmati pertandingan melalui gadget masing-masing.
“Yang penting tetap jaga kesehatan dan pandai membagi waktu. Piala Dunia itu hiburan, jangan sampai mengorbankan kewajiban utama,” tutup Erik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....