Marko Nilai Hadjar Layak Jadi Tandem Verstappen

  • 06 Sep 2025 20:41 WIB
  •  Takengon

KBRN, Takengon: Helmut Marko menilai Isack Hadjar dapat menahan tekanan di kursi kedua Red Bull di sebelah Max Verstappen. Setelah balapan yang mengesankan di F1 GP Belanda, ia menyatakan bahwa "Isack berbeda dari yang lain".

Sementara Oscar Piastri menampilkan kesempurnaan dalam perebutan gelar pada Minggu (31/8/2025), Isack Hadjar mungkin merupakan pemenang terbesar dari balapan akhir pekan di Zandvoort. Pembalap muda asal Prancis ini naik podium pertamanya di Formula 1 dan melakukannya dengan cara yang mengesankan. Yang mengejutkan banyak orang, Hadjar menempatkan Racing Bulls di posisi start keempat, kemudian mengikutinya dengan lebih baik pada hari Minggu. Rookie ini tidak bergeming dan bahkan naik ke posisi ketiga setelah mundurnya Lando Norris.

Tidak mengherankan jika penampilan Hadjar di Zandvoort memberikan kesan yang sangat baik terhadap konsultan motorsport Red Bull, Helmut Marko. "Dia harus berjuang keras untuk itu. Saya melihat Russell menyerang beberapa kali dan Leclerc adalah pembalap lain di belakangnya. Mereka benar-benar berusaha, tetapi ia tetap tenang. Ia sama sekali tidak melakukan kesalahan. Hadjar mengemudikan mobil dengan sempurna dan juga menangani ban dengan baik. Jadi ya, satu lagi yang bagus akan datang...," ungkap Marko dalam wawancara eksklusif dengan Motorsport.com.

Kata-kata 'satu lagi yang bagus akan datang' tentu saja menimbulkan pertanyaan sejauh mana Hadjar akan siap untuk promosi ke Red Bull Racing menuju musim depan. Di satu sisi, Hadjar tampil mengesankan selama tahun debutnya di Formula 1. Di sisi lain, promosi yang terlalu dini bisa jadi berisiko, mengingat Max Verstappen telah melampaui semua rekan setimnya dalam beberapa tahun terakhir. Dengan kata lain, karier Hadjar juga tidak boleh terhenti di tengah jalan. "Tapi Isack berbeda," jawab Marko.

Penasihat utama berusia 82 tahun ini mengatakan bahwa ia melihat Isack lagi selama balapan akhir pekan di Belanda. "Pada Jumat, ia mengalami masalah mesin. Ia melewatkan satu sesi sepenuhnya dan sesi lainnya sekitar setengahnya. Namun ia sama sekali tidak khawatir. Ia bahkan berkata kepada saya, 'Saya punya kecepatan, saya akan lolos ke lima besar'," tuturnya.

Hadjar menepati janjinya dan hal tersebut, menurut Marko, menandai kekuatan mental pembalap dari tim kakak beradik ini. Oleh karena itu, ketika ditanya apakah talenta berusia 20 tahun itu akan mampu menahan tekanan di kursi kedua Red Bull, Marko mengangguk setuju.

Namun, Red Bull tidak terburu-buru untuk membuat pilihan akhir dan tidak ingin melakukannya dengan emosi saat ini. Marko telah mengindikasikan bahwa ia akan menunggu hingga Oktober, dengan Grand Prix Meksiko sebagai tolok ukur yang potensial. Yuki Tsunoda masih bisa membuktikan diri sampai saat itu, dengan Marko yang sangat jelas ketika ditanya apa yang ia harapkan dari pembalap Jepang itu: "Konsistensi dan performa."

Di Zandvoort, Tsunoda memiliki spesifikasi yang sama persis dengan Verstappen, namun gagal mengonversinya menjadi posisi Q3. Dalam balapan yang penuh gejolak, pembalap Jepang itu harus puas dengan posisi kesembilan, meskipun Marko tidak ingin menilai terlalu keras.

"Ia tidak beruntung dengan safety car. Yuki baru saja mengganti bannya dan dua lap kemudian safety car keluar. Hal itu membuatnya berada di posisi paling belakang, tapi selain itu ia juga tidak melakukan kesalahan," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....