Skill Verstappen Bikin Bos Red Bull Melongo

  • 12 Agt 2025 21:26 WIB
  •  Takengon

KBRN, Takengon: Bos baru Red Bull Racing, Laurent Mekies melongo alias takjub melihat skill Max Verstappen menghadapi balapan di Formula 1. Menurutnya, pembalap asal Belanda itu punya kombinasi langka antara bakat, kecintaan pada olahraga, dan fokus yang nyaris tanpa cela.

Mekies memimpin Red Bull sejak Juli 2025, menggantikan Christian Horner yang mengakhiri masa jabatannya setelah dua dekade bersama tim enam kali juara konstruktor.

Meski baru beberapa pekan bekerja sama, kesan mendalam sudah terbentuk di mata pria Prancis berusia 48 tahun itu. Verstappen, yang kini berusia 27 tahun, baru saja mencapai tonggak 200 grand prix bersama Red Bull di GP Hungaria.

Meski akhir pekan itu ber­jalan berat di lintasan, momen tersebut membuka ruang bagi Mekies untuk berbicara soal kesan pertamanya terhadap sang juara dunia empat kali F1.

“Awalnya, kamu hanya meli­hat apa yang terjadi di lintasan,” ujar Mekies dalam podcast The Inside Track.

“Tapi setelah mengenalnya lebih dekat, kamu mulai paham bagaimana dia bisa sampai di level yang luar biasa ini,” lanjutnya.

Mekies menggambarkan Ver­stappen sebagai sosok yang tak tersentuh dan unik, karena perpaduan performa di trek dan sikap di luar trek. Ia menekankan adanya komitmen penuh, kesederhanaan, dan cara langsung menghadapi momen baik mau­pun buruk.

“Banyak pembalap yang cepat di luar sana,” kata Mekies. “Tapi menggabungkan bakat mentah dengan cinta mutlak pada olahra­ga, ditambah pemahaman yang ia bangun dari keduanya, itu kombi­nasi yang luar biasa,” tambahnya.

Menurut Mekies, hal itu pu­la yang membuat Verstappen berbeda dari pembalap lain, termasuk di musim yang sulit seperti sekarang. Ia tak melihat tanda-tanda fokus Verstappen terganggu, meski peluang mem­pertahankan gelar juara dunia nyaris mustahil.

“Kalau mendengarkan kata-kata saya, ya, saya memang terkejut,” lanjutnya. “Biasanya, setelah empat gelar dunia dan memasuki paruh kedua musim yang sulit, konsentrasi mulai goyah. Tapi dia tetap tenang, membawa semangat ke tim, dan sama sekali tak berkompromi dalam persiapan sebelum dan sesudah balapan.”

Mekies mengakui bahwa sikap tanpa kompromi itu mencakup setiap detail, dari analisis data, lati­han fisik, hingga evaluasi mental. Bahkan di tengah sorotan publik dan tekanan media, Verstappen tetap menjaga ritme kerjanya.

“Dia punya tingkat ketenangan yang membuat semua orang di tim ikut fokus. Bagi saya, itu salah satu kekuatan terbe­sarnya,” tandasnya.

Sejak debut di Formula 1 pada 2015, Verstappen memang dikenal sebagai pembalap yang agresif namun terukur. Di bawah bendera Red Bull, ia telah mengoleksi 65 kemenangan grand prix dan empat gelar dunia berturut-turut.

Kini, meski posisi klasemen tidak memihak, Verstappen dan Red Bull tetap membidik hasil maksimal di setiap seri. Me­kies percaya, mentalitas tanpa kompromi inilah yang akan membantu timnya menghadapi sisa musim dan mempersiapkan diri untuk 2026.

Formula 1 musim ini masih menyisakan banyak game balap yang krusial, termasuk di sirkuit ikonik seperti Monza, Suzuka, dan Austin. Mekies menegaskan, setiap pekan balapan adalah kesempatan untuk mengasah detail yang kelak menentukan perebu­tan gelar di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....