Mengingat Sejarah Hari Pertambangan dan Energi

  • 28 Sep 2025 06:07 WIB
  •  Takengon

KBRN, Takengon: Setiap tanggal 28 September, bangsa Indonesia memperingati Hari Pertambangan dan Energi. Peringatan ini memiliki makna sejarah yang mendalam, karena berakar pada peristiwa pengambilalihan kantor pertambangan dari tangan Jepang oleh para pemuda Indonesia pasca-kemerdekaan. Momentum bersejarah tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2008, yang menegaskan arti pentingnya perjuangan di sektor energi dan mineral sebagai bagian dari mempertahankan kedaulatan bangsa.

Pasca-proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945, Presiden Soekarno menginstruksikan seluruh rakyat untuk mengambil alih instansi pemerintahan dari tangan Jepang pada 25 September 1945. Menindaklanjuti instruksi tersebut, pada 28 September 1945, sekelompok pegawai muda yang dipelopori oleh Raden Ali Tirtosoewirjo, Arie Frederik Lasut, R. Soenoe Soemosoesastro, dan Sjamsoe M. Bahroem berhasil mengambil alih kantor Chisitsu Chosajo (kantor pertambangan Jepang). Kantor itu kemudian diubah menjadi Pusat Jawatan Tambang dan Geologi, cikal bakal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.

Baca: Gubernur Aceh Beri Peringatan Keras Terkait Tambang Ilegal

Di hari yang sama, para pemuda Indonesia juga melakukan pengambilalihan terhadap kantor DJawa Denki Koza (Perusahaan Listrik Jawa) secara paksa dari pihak Jepang. Kedua peristiwa penting tersebut menunjukkan keberanian dan tekad kuat generasi muda dalam mempertahankan kemerdekaan serta mengelola sumber daya energi bangsa.

Untuk mengenang semangat perjuangan itu, pemerintah menetapkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2008 yang menetapkan tanggal 28 September sebagai Hari Jadi Pertambangan dan Energi. Peringatan ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan juga sebagai pengingat akan arti penting kemandirian bangsa dalam mengelola sumber daya energi dan mineral.

Hari Pertambangan dan Energi memiliki beberapa makna penting bagi bangsa Indonesia:

Baca juga: Polres Gowa Bongkar Pertambangan Ilegal, Amankan Excavator

  • Apresiasi PahlawanPeringatan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap para pahlawan sektor energi dan mineral yang berjuang dalam masa-masa sulit mempertahankan kemerdekaan.

  • Pembinaan Motivasi dan Tradisi

    Penetapan hari ini berfungsi untuk menjaga tradisi dan melestarikan nilai-nilai perjuangan, terutama dedikasi para pemuda yang berjuang di bidang pertambangan dan energi.

  • Motivasi bagi Generasi Penerus

    Semangat juang yang ditunjukkan para pemuda 1945 menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa untuk terus berinovasi, menjaga kedaulatan energi, dan mengelola kekayaan alam Indonesia secara berkelanjutan.

Di tengah tantangan global, sektor energi dan mineral menjadi salah satu pilar utama pembangunan bangsa. Peringatan Hari Pertambangan dan Energi setiap 28 September diharapkan dapat memperkuat kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjaga dan mengelola sumber daya alam secara bijak demi masa depan bangsa.

Baca lainnya: Pemda Setujui Tambang Emas Selama Tidak Merugikan Masyarakat

Dengan semangat yang diwariskan para pejuang, Hari Pertambangan dan Energi tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga sumber motivasi untuk membangun Indonesia yang mandiri dan berdaulat di bidang energi dan mineral.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....