Pendidikan Bermutu Butuh Partisipasi Semua Pihak
- 02 Mei 2025 08:20 WIB
- Takengon
KBRN, Takengon: Setiap tahun, peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi refleksi bersama: sudah sejauh mana kita mewujudkan cita-cita pendidikan nasional? Di tahun 2025 ini, tema yang diangkat “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” menegaskan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya tugas guru dan sekolah, melainkan tanggung jawab kita semua.
Pendidikan yang berkualitas tak mungkin berdiri sendiri. Ia membutuhkan ekosistem yang saling mendukung. Pemerintah menyusun kebijakan, pendidik melaksanakan proses belajar, orang tua mendampingi, masyarakat memberikan ruang aman dan budaya belajar, sementara dunia usaha menyediakan peluang dan kolaborasi nyata. Setiap elemen punya peran yang saling melengkapi.
Di tengah tantangan zaman yang terus berubah digitalisasi, kesenjangan sosial, hingga krisis iklim pendidikan perlu menjadi alat pembebasan dan pemberdayaan. Namun, ini hanya dapat tercapai jika ada partisipasi aktif dari semua pihak. Kita perlu keluar dari pandangan sempit bahwa pendidikan hanya urusan sekolah. Masyarakat bisa terlibat dalam gerakan literasi, orang tua bisa membentuk kebiasaan belajar di rumah, bahkan anak muda pun bisa berbagi inspirasi dan pengalaman.
Tidak kalah penting, kualitas pendidikan harus merata. Kita belum benar-benar adil jika hanya fokus pada kemajuan kota-kota besar dan melupakan pelosok. Maka, partisipasi juga harus menjangkau yang terpinggirkan anak-anak di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), penyandang disabilitas, hingga mereka yang terdampak konflik atau bencana. Pendidikan bermutu bukan untuk segelintir, tapi untuk semua.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah ajakan untuk kembali memaknai pendidikan sebagai jalan menuju peradaban. Di sinilah partisipasi menjadi kata kunci. Tidak harus besar, asal dilakukan dengan niat dan keberlanjutan. Seorang warga yang mengajar baca tulis di desanya, perusahaan yang membuka kelas keterampilan, atau pemerintah desa yang mengalokasikan anggaran untuk beasiswa semuanya adalah bentuk kontribusi nyata.
Mari kita ubah paradigma. Pendidikan tidak hanya tentang angka kelulusan atau indeks prestasi, tapi tentang bagaimana setiap anak Indonesia merasa punya harapan, ruang tumbuh, dan kesempatan yang adil untuk menjadi versi terbaik dirinya.
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2025. Pendidikan bermutu hanya bisa terwujud jika semua pihak ikut ambil bagian. (AY)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....