Memanaskan Ulang Makanan Tak Perpanjang Masa Simpan, Ini Penjelasan Ahli
- 25 Jun 2026 11:05 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Menyimpan sisa makanan di dalam kulkas menjadi kebiasaan banyak orang agar makanan tidak terbuang sia-sia. Namun, masih banyak yang percaya bahwa memanaskan ulang makanan dapat memperpanjang masa simpannya. Benarkah demikian?
Memanaskan ulang memang dapat membunuh sebagian bakteri, tetapi tidak mengembalikan kondisi makanan seperti baru dimasak maupun memperpanjang masa simpannya.
Profesor Mikrobiologi dan Imunologi di Indiana University School of Medicine, Bill Sullivan, menjelaskan bahwa risiko terbesar muncul saat makanan berada pada suhu antara 4–60 derajat Celsius, atau yang dikenal sebagai danger zone. Pada rentang suhu tersebut, bakteri dapat berkembang biak dengan sangat cepat, bahkan beberapa jenis mampu menggandakan jumlahnya hanya dalam waktu sekitar 20 menit, dikutip dari SELF (7/4/2026),
Kontaminasi bakteri sendiri dapat berasal dari berbagai sumber, mulai dari tangan yang kurang bersih, peralatan memasak, hingga kontak dengan bahan makanan mentah. Semakin lama makanan berada pada suhu ruang sebelum disimpan di kulkas, semakin besar peluang bakteri berkembang.
Sementara itu, pakar keamanan pangan dari Northeastern University, Dr. Darin Detwiler, mengungkapkan jika memanaskan makanan hingga suhu sekitar 74 derajat Celsius memang efektif membunuh sebagian besar bakteri aktif. Namun, cara tersebut tidak mampu menghancurkan seluruh racun maupun spora bakteri yang tahan terhadap panas.
Beberapa bakteri, seperti Bacillus cereus yang sering ditemukan pada nasi serta Clostridium perfringens pada makanan berbahan daging, masih dapat meninggalkan racun yang berpotensi menyebabkan keracunan makanan meskipun makanan telah dipanaskan kembali.
Selain itu, memanaskan makanan berulang kali justru meningkatkan risiko kontaminasi. Setiap kali makanan dipanaskan lalu didinginkan kembali, makanan akan kembali melewati zona suhu yang memungkinkan bakteri berkembang. Karena itu, kita dibolehkan hanya memanaskan porsi makanan yang akan langsung dikonsumsi, bukan seluruh isi wadah secara berulang.
Untuk menjaga keamanan pangan, U.S. Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan agar sisa makanan disimpan di dalam lemari pendingin maksimal tiga hingga empat hari. Jika ingin disimpan lebih lama, makanan sebaiknya dibekukan (frozen) karena suhu beku dapat menghentikan pertumbuhan mikroorganisme.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan segera menyimpan makanan ke dalam kulkas setelah dingin, memanaskan kembali hingga suhu minimal 74 derajat Celsius, serta membuang makanan yang telah berubah warna, berbau tidak sedap, atau berlendir.
Dengan menerapkan cara penyimpanan yang benar, sisa makanan tetap dapat dikonsumsi dengan aman tanpa meningkatkan risiko keracunan makanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....