Negara Nordik Dominasi Daftar Peminum Kopi Terbanyak Dunia
- 21 Jun 2026 16:41 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat di berbagai belahan dunia. Namun, jika berbicara mengenai konsumsi kopi per kapita, negara-negara Nordik atau kawasan Eropa Utara masih mendominasi daftar dunia.
Berdasarkan data International Coffee Organization (ICO) yang diolah dalam riset terbaru Cafely, data konsumsi kopi per kapita, masyarakat di kawasan Eropa Utara, terutama negara-negara Nordik, masih menjadi penikmat kopi terbanyak di dunia. Di wilayah ini, menikmati secangkir kopi telah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari dan melekat dalam budaya masyarakat.
Menariknya, di tengah dominasi negara-negara Eropa dalam daftar 10 besar, Kanada menjadi satu-satunya negara di luar Eropa yang berhasil masuk dalam kelompok negara dengan konsumsi kopi tertinggi di dunia, sebagaimana dikutip dari World Atlas (22/5/2026).
Beberapa sumber menyebut tingginya konsumsi kopi di negara-negara Nordik dipengaruhi oleh iklim yang dingin, budaya minum kopi yang sudah mengakar, serta tradisi berkumpul sambil menikmati secangkir kopi.
Sepuluh Negara dengan Konsumsi Kopi Tertinggi
Berdasarkan data International Coffee Organization (ICO) dan analisis Cafely, berikut 10 negara dengan konsumsi kopi per kapita tertinggi di dunia:
1. Finlandia
Finlandia menempati posisi pertama sebagai negara dengan konsumsi kopi tertinggi di dunia. Berdasarkan data International Coffee Organization (ICO) dan analisis Cafely, rata-rata masyarakat Finlandia mengonsumsi sekitar 12 kilogram kopi per orang setiap tahun, atau setara dengan 1.680 cangkir kopi per tahun atau sekitar 4–5 cangkir setiap hari.
Bagi masyarakat Finlandia, kopi bukan sekadar minuman, melainkan bagian dari budaya nasional. Mereka mengenal tradisi kahvitauko, yaitu waktu istirahat khusus untuk menikmati kopi saat bekerja. Tradisi ini bahkan diatur dalam banyak perjanjian kerja sehingga karyawan berhak memperoleh dua kali waktu istirahat kopi setiap hari.
Mayoritas masyarakat Finlandia lebih menyukai kopi berjenis light roast atau sangrai ringan yang memiliki cita rasa lembut. Kopi biasanya dinikmati bersama roti gandum, kue kayu manis (korvapuusti), atau pastry khas Finlandia.
Selain faktor budaya, cuaca yang dingin dengan musim dingin yang panjang membuat kopi menjadi minuman utama untuk menghangatkan tubuh. Hampir setiap pertemuan keluarga, rapat kantor, hingga acara keagamaan selalu menyajikan kopi.
2. Norwegia
Norwegia berada di posisi kedua dengan konsumsi sekitar 9,9 kilogram kopi per orang setiap tahun.
Budaya kopi di Norwegia telah berkembang sejak abad ke-18 dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Orang Norwegia cenderung menyukai kopi hitam yang diseduh menggunakan metode manual seperti pour over atau filter coffee, tanpa tambahan gula maupun susu.
Masyarakat Norwegia biasanya memulai hari dengan secangkir kopi, kemudian kembali menikmatinya saat istirahat kerja dan setelah makan malam. Bahkan, kopi sering disajikan ketika menerima tamu sebagai bentuk keramahan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Norwegia juga dikenal sebagai salah satu pusat berkembangnya specialty coffee di Eropa, dengan banyak kedai kopi yang menggunakan biji kopi berkualitas tinggi dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
3. Islandia
Meski hanya memiliki sekitar 400 ribu penduduk, Islandia termasuk negara dengan konsumsi kopi tertinggi di dunia, yakni sekitar 9 kilogram per orang per tahun.
Iklim yang dingin sepanjang tahun membuat masyarakat Islandia menjadikan kopi sebagai minuman utama. Menariknya, negara ini hampir tidak memiliki perkebunan kopi karena kondisi alamnya, sehingga seluruh kebutuhan kopi dipenuhi melalui impor.
Budaya menikmati kopi di Islandia sangat erat dengan kehidupan sosial. Banyak warga menghabiskan waktu di kafe sambil membaca buku, bekerja, atau berdiskusi. Festival kopi juga rutin diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya minum kopi yang telah berkembang selama puluhan tahun.
4. Denmark
Denmark mengonsumsi sekitar 8,7 kilogram kopi per orang setiap tahun dan menjadi salah satu negara dengan budaya kopi terkuat di kawasan Nordik. Kopi sangat identik dengan konsep hygge, yaitu gaya hidup masyarakat Denmark yang menekankan kenyamanan, kehangatan, dan kebersamaan. Menikmati secangkir kopi sambil berbincang dengan keluarga atau teman dianggap sebagai salah satu cara menciptakan suasana hygge.
Masyarakat Denmark juga gemar menikmati kopi bersama berbagai jenis roti dan pastry khas, terutama saat sore hari. Dalam beberapa dekade terakhir, kedai specialty coffee berkembang pesat di kota-kota besar seperti Kopenhagen.
5. Belanda
Belanda menempati posisi kelima dengan konsumsi sekitar 8,4 kilogram kopi per orang setiap tahun. Negara ini memiliki hubungan panjang dengan sejarah kopi dunia. Pada abad ke-17, Belanda melalui VOC menjadi salah satu bangsa Eropa pertama yang membudidayakan kopi di Nusantara, khususnya di Pulau Jawa. Dari sinilah kopi Jawa mulai dikenal luas di pasar internasional.
Kini, kopi tetap menjadi bagian dari rutinitas masyarakat Belanda. Sebagian besar warga menikmati kopi saat sarapan, istirahat kerja, maupun setelah makan malam. Belanda juga memiliki tingkat kepemilikan mesin kopi rumahan yang sangat tinggi dibandingkan negara-negara Eropa lainnya.
6. Swedia
Swedia mengonsumsi sekitar 8,2 kilogram kopi per orang setiap tahun. Negara ini terkenal dengan tradisi fika, yaitu waktu khusus untuk berhenti sejenak dari pekerjaan dan menikmati kopi bersama rekan kerja, teman, atau keluarga. Fika bukan hanya soal minum kopi, tetapi juga menjadi momen mempererat hubungan sosial.
Kopi biasanya disajikan bersama roti kayu manis (kanelbullar), kue, atau biskuit. Banyak perusahaan di Swedia bahkan menyediakan waktu fika setiap hari karena dipercaya mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
7. Swiss
Swiss berada di posisi ketujuh dengan konsumsi sekitar 7,9 kilogram kopi per orang per tahun. Selain terkenal sebagai negara penghasil cokelat premium, Swiss juga memiliki budaya kopi yang kuat. Masyarakatnya menyukai espresso, cappuccino, hingga kopi berbasis susu.
Swiss juga dikenal sebagai pusat industri kopi dunia karena menjadi markas beberapa perusahaan kopi terbesar, termasuk Nestlé, yang mengembangkan berbagai inovasi seperti kopi instan dan sistem kapsul kopi Nespresso. Budaya menikmati kopi di Swiss identik dengan kualitas, sehingga masyarakat cenderung memilih biji kopi premium dengan proses penyeduhan yang baik.
8. Belgia
Belgia mencatat konsumsi sekitar 6,8 kilogram kopi per orang setiap tahun. Negara ini memiliki budaya kafe yang telah berkembang sejak abad ke-19. Banyak masyarakat menikmati kopi sebagai teman bersantai setelah bekerja maupun saat akhir pekan.
Yang membuat Belgia unik adalah tradisi memadukan kopi dengan cokelat dan waffle khas Belgia. Perpaduan tersebut menjadi salah satu daya tarik wisata kuliner negara tersebut. Selain itu, Belgia juga menjadi salah satu pintu masuk perdagangan kopi di Eropa melalui Pelabuhan Antwerp, yang merupakan salah satu pelabuhan kopi terbesar di benua tersebut.
9. Luksemburg
Luksemburg berada di urutan kesembilan dengan konsumsi sekitar 6,5 kilogram kopi per orang per tahun. Tingginya konsumsi kopi di negara kecil ini dipengaruhi oleh banyaknya pekerja lintas negara dari Belgia, Prancis, dan Jerman yang setiap hari bekerja di Luksemburg.
Kopi menjadi bagian penting dari aktivitas bisnis dan perkantoran. Banyak pertemuan kerja dilakukan sambil menikmati secangkir kopi di kafe maupun kantor. Pendapatan masyarakat yang tinggi juga membuat konsumsi kopi premium terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
10. Kanada
Kanada melengkapi daftar sepuluh besar dengan konsumsi sekitar 6,2 kilogram kopi per orang setiap tahun. Kopi merupakan minuman favorit masyarakat Kanada, terutama saat musim gugur dan musim dingin yang berlangsung cukup panjang.
Budaya take-away coffee sangat berkembang di negara ini. Banyak pekerja membeli kopi sebelum memulai aktivitas pagi. Jaringan kedai kopi seperti Tim Hortons telah menjadi bagian dari identitas budaya Kanada dan tersebar hampir di seluruh wilayah negara tersebut.
Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas kopi juga mendorong pertumbuhan kedai specialty coffee di berbagai kota besar seperti Toronto, Vancouver, dan Montreal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....