Indonesia Masih Kekurangan Apoteker
- 16 Jul 2024 19:30 WIB
- Takengon
KBRN, Takengon : Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat pada tahun 2023, jumlah apoteker di Indonesia baru mencapai 130.643 orang saja. Hal ini berarti satu apoteker menangani 2.134 penduduk. Padahal, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) menyebut bahwa rasio ideal apoteker adalah 0,8 hingga 1 per 1.000 penduduk.
Hal tersebut menambah rumitnya upaya mengatasi permasalahan kesehatan di Indonesia terutama dalam ketercukupan para tenaga kesehatan. Apoteker memiliki peran penting dalam penyelenggaraan layanan kesehatan. Tugasnya meliputi distribusi obat, menjaga kualitas penyimpanan obat, sampai menyeleksi obat-obatan yang sudah kadaluarsa. Tapi sayangnya, menurut data Ditjen Farmalkes, jumlah apoteker di Indonesia belum memenuhi standar.
Idealnya, Puskesmas Ranap dan Non-Ranap membutuhkan 13.279 orang apoteker. Namun, SDM riilnya hanya berjumlah 12.155 orang saja. Artinya, untuk kebutuhan Puskesmas saja Indonesia masih kekurangan apoteker sebanyak 1.124 orang.
BPS melakukan proyeksi jumlah penduduk Indonesia 2030 mencapai 296 juta orang. Dari angka tersebut, jumlah apoteker yang dibutuhkan juga bertambah menjadi 269 ribu orang di tahun 2030. Angka tersebut sulit untuk dicapai karena fasilitas yang menunjang lahirnya apoteker kurang memadai.
Salah satu penyebab kurangnya tenaga apoteker di Indonesia ialah terbatasnya tenaga apoteker yang dihasilkan oleh institusi pendidikan melalui program studi profesi apoteker. Saat ini jumlah Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) hanya sekitar 22% dari jumlah prodi sarjana kefarmasian. Artinya, memang sedikit program studi apoteker yang tersedia di Indonesia
Walaupun begitu, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) DKI Jakarta, Muhamad Yamin mengatakan belum tercapainya rasio tersebut tidak menjadikan peningkatan hanya berfokus pada segi kuantitas saja. Ia menegaskan kualitas apoteker harus terus diasah lewat pengayaan berkelanjutan.
"Mengingat perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga mutu obat dan memastikan obat diterima masyarakat dengan aman," ujar Yamin.
Untuk di ketahui, menurut Pakar farmasi sekaligus Kepala Apotek Atma Jaya, Lusy Noviani, apoteker sebagai penasihat kesehatan terpercaya untuk membimbing pasien menuju diagnosis yang lebih akurat sehingga pengobatan menjadi lebih tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....