Suka Makanan Cepat Saji? Hati-hati, Dengan Cemilan Ini

  • 31 Mei 2024 15:04 WIB
  •  Takengon

KBRN,Takengon: Di era modern yang serba cepat, makanan cepat saji menjadi pilihan praktis dan lezat bagi banyak orang. Rasanya yang gurih dan penyajiannya yang instan membuat makanan ini digemari, tak terkecuali anak-anak.

Namun, di balik kelezatannya, tersembunyi bahaya yang mengintai, terutama dari cemilan-cemilan favorit.

Makanan cepat saji atau junk food merupakan makanan olahan yang hampir digemari oleh semua kalangan. Tak heran apabila bisnis makanan cepat saji semakin menjamur di Indonesia.

Selain proses penyajiannya yang cepat, rasa dan kelezatan dari makanan cepat saji memang menggugah selera.

Namun, tahukah kamu kalau makanan cepat saji bisa meningkatkan risiko terkena penyakit kanker? Terlepas dari kelezatan dan tampilannya yang menggoda, junk food seharusnya tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Dilansir Cancer Council, meski hubungan antara makanan cepat saji dengan kanker belum diketahui secara pasti, mengonsumsi jenis makanan tersebut dalam jumlah yang banyak dapat meningkatkan risiko kanker.

Nah, apabila kamu termasuk penggemarnya, yuk, simak daftar makanan cepat saji yang dapat meningkatkan risiko kanker berikut ini! Ada apa saja, ya?

1. Nugget Ayam

Nugget ayam yang renyah dan praktis memang menggoda. Tapi, tahukah Anda bahwa nugget umumnya terbuat dari daging olahan yang tinggi lemak jenuh dan sodium? Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal dan penyakit jantung.

2. Bakso

Sama halnya dengan mi dan pasta, bahan utama dalam membuat bakso adalah tepung atau karbohidrat olahan. Oleh sebab itu, apabila kamu penggemar bakso, jangan sampai mengonsumsinya secara sering dan berlebihan, ya! Selain karbohidrat olahan, bakso juga termasuk jenis makanan daging olahan.

Makanan jenis tersebut sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jumlah yang tinggi. Ini lantaran cara yang digunakan dalam pembuatan daging olahan dapat menimbulkan karsinogen (zat yang menyebabkan kanker). Berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal CHIMIA pada 2018, mengawetkan daging dengan nitrit dapat membentuk karsinogen N-nitroso. Selain itu, senyawa hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang bersifat karsinogenik juga bisa ditemukan dalam daging yang diawetkan (olahan).

3. Piza

Bahan utama dalam membuat piza atau pizza adalah tepung. Itu merupakan karbohidrat olahan. Selain tepung, piza biasanya juga mengandung topping daging olahan, seperti sosis, bakon, kornet, dan sebagainya. Perpaduan antara karbohidrat olahan dan daging olahan dapat meningkatkan risiko penyakit kanker.

Sebagaimana penjelasan dalam jurnal Nutrients pada 2019, daging olahan merupakan faktor utama yang dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal (kanker usus besar dan rektum). Oleh sebab itu, jangan sering-sering mengonsumsi piza dalam jumlah banyak, ya!

4. Burger

Burger sama halnya dengan piza, yakni terbuat dari tepung dan daging olahan. Sebuah studi yang terbit dalam jurnal Nutrients pada 2019 menemukan bahwa daging olahan dapat meningkatkan risiko terkena kanker perut. Beberapa daging olahan yang biasanya ditemukan dalam burger yakni daging panggang, bakon, ham, kornet, dan sebagainya. Jadi, untuk terhindar dari penyakit risiko penyakit kanker, pastikan kamu tidak mengonsumsi burger dalam jumlah yang banyak, ya!

5. Kue atau biskuit

Sebuah penelitian yang terbit dalam Nutrition Journal pada 2004 mengungkap bahwa makanan olahan yang tinggi gula dan rendah serat serta nutrisi dapat meningkatkan risiko kanker. Oleh karena itu, segala jenis kue atau biskuit, seperti panekuk, tidak boleh dikonsumsi secara sering dalam jumlah yang banyak. Selain kandungan gulanya yang tinggi, kue atau biskuit juga terbuat dari karbohidrat olahan yang berkontribusi dalam peningkatan risiko kanker.

Meminimalisir Risiko dengan Tips Berikut:

•Batasi konsumsi makanan cepat saji, terutama cemilan-cemilan di atas.

•Pilih alternatif camilan yang lebih sehat, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, atau yogurt.

•Perhatikan porsi makan dan hindari makan berlebihan.

•Lakukan aktivitas fisik secara teratur untuk menjaga kesehatan tubuh.

Terlepas dari dampak negatifnya, tak bisa dimungkiri bahwa makanan cepat saji yang terbuat dari tepung, gula, dan daging olahan banyak digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Rasa dan tampilannya yang menggugah selera selalu juara dalam memikat hati konsumen. Akan tetapi, jangan sampai kalap, ya, dalam mengonsumsinya. Sebab, pola makan yang sehat dengan gizi seimbang diperlukan agar tubuh terhindar dari penyakit-penyakit tertentu, seperti kanker.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....