Cuaca Panas Bisa Perparah Eksim pada Bayi

  • 27 Mei 2026 11:26 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Musim kemarau dengan suhu yang lebih panas dari biasanya dapat menjadi tantangan tersendiri bagi kesehatan kulit bayi.

Cuaca panas membuat bayi lebih mudah berkeringat, sementara paparan udara kering dapat menyebabkan kulit kehilangan kelembapan lebih cepat.

Pada bayi dengan kulit sensitif, kondisi tersebut dapat memicu atau memperparah eksim (atopic dermatitis). Penelitian menunjukkan suhu panas, perubahan iklim, serta gangguan pada lapisan pelindung kulit dapat memperburuk eksim pada anak.

Eksim pada bayi bukan hanya berkaitan dengan masalah kulit semata. Mengutip dari Jurnal American Academy of Pediatrics (AAP), eksim dapat menjadi bagian awal dari proses atopic march atau perjalanan alergi, yaitu kondisi ketika gangguan alergi berkembang secara bertahap.

Mulai dari eksim, alergi makanan, alergi saluran pernapasan, hingga asma. Anak dengan eksim sejak dini memiliki risiko lebih tinggi mengalami alergi lain pada masa pertumbuhannya.

Karena itu, menjaga kesehatan kulit bayi sejak dini menjadi langkah penting, terutama di tengah suhu panas saat musim kemarau.

1. Menjaga kelembapan kulit bayi secara rutin.

Setelah mandi, orang tua disarankan segera mengoleskan pelembap tanpa pewangi ketika kulit masih sedikit lembap. Pelembap membantu memperkuat skin barrier atau lapisan pelindung kulit agar tidak mudah kehilangan air dan mengurangi masuknya zat pemicu alergi melalui kulit. Sejumlah penelitian juga menyebut perbaikan skin barrier berpotensi membantu menurunkan risiko perkembangan alergi berikutnya.

2. Menghindari paparan panas berlebih.

Saat cuaca panas, bayi sebaiknya menggunakan pakaian longgar berbahan katun yang mudah menyerap keringat. Keringat berlebih dapat memicu rasa gatal sehingga bayi lebih sering menggaruk kulitnya. Kondisi ini dapat memperburuk peradangan pada eksim.

3. Mandikan bayi dengan air hangat suam-suam kuku dan tidak terlalu lama.

Mandi terlalu lama atau menggunakan air panas dapat menghilangkan minyak alami kulit sehingga membuat kulit semakin kering. Para ahli juga menyarankan penggunaan sabun lembut dengan kandungan yang tidak memicu iritasi.

4. Menghindari produk dengan pewangi atau bahan kimia yang terlalu keras.

Hindari pemakaian seperti sabun, deterjen, atau losion tertentu. Kulit bayi yang mengalami eksim cenderung memiliki lapisan pelindung yang lebih sensitif sehingga lebih mudah mengalami iritasi.

Meski tidak semua bayi dengan eksim akan mengalami perjalanan alergi hingga asma atau alergi lainnya, penanganan sejak dini tetap penting dilakukan. Di tengah cuaca panas ekstrem saat musim kemarau, menjaga kelembapan kulit dan menghindari pemicu iritasi dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu melindungi kesehatan si kecil.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....