Cermat Baca Label Nutrisi, Kunci Pilih Makanan Sehat

  • 04 Mei 2026 08:06 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Beragam produk makanan di rak supermarket kerap dilengkapi label menarik seperti “sehat”, “alami”, hingga “rendah lemak” atau “rendah karbohidrat”. Namun, masyarakat diimbau tidak langsung percaya pada klaim tersebut. Pasalnya, sejumlah produk tetap dapat mengandung gula tambahan, natrium, maupun kalori dalam jumlah tinggi.

Dokter sekaligus penulis, Ian Smith, menegaskan bahwa pemahaman terhadap label nutrisi menjadi langkah penting dalam menentukan pilihan makanan yang lebih sehat. Dengan membaca label secara cermat, konsumen dapat menyesuaikan asupan dengan kebutuhan tubuh, mulai dari menjaga berat badan hingga menurunkan risiko penyakit kronis seperti Diabetes.

Mengutip dalam keterangannya pada program TODAY, Smith menjelaskan bahwa langkah awal yang harus diperhatikan adalah ukuran porsi. Seluruh informasi gizi pada kemasan mengacu pada angka ini. Jika jumlah konsumsi melebihi satu porsi, maka asupan kalori dan zat gizi juga akan meningkat.

Selain itu, jumlah kalori per sajian perlu menjadi perhatian. Informasi ini memberikan gambaran cepat mengenai energi yang masuk ke dalam tubuh, sehingga membantu menjaga keseimbangan asupan harian.

Masyarakat juga disarankan untuk fokus pada tiga komponen utama dalam label nutrisi, yakni protein, serat, dan gula tambahan. Protein dan serat penting untuk menjaga fungsi tubuh dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Sementara itu, gula tambahan sebaiknya dibatasi karena berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Tak kalah penting, daftar bahan pada kemasan perlu diperhatikan. Bahan disusun dari yang jumlahnya paling banyak hingga paling sedikit. Produk dengan daftar bahan yang lebih sederhana dan mudah dikenali umumnya menjadi pilihan yang lebih baik.

Sebagai panduan praktis, Smith memperkenalkan aturan 5–20. Kandungan zat gizi sebesar 5 persen atau kurang tergolong rendah, yang baik untuk gula tambahan dan natrium. Sebaliknya, kandungan 20 persen atau lebih tergolong tinggi, yang dianjurkan untuk serat, protein, dan vitamin.

Selain itu, rasio serat terhadap karbohidrat juga perlu diperhatikan. Idealnya, serat mencapai minimal 10 persen dari total karbohidrat. Kecukupan protein pun menjadi faktor penting, dengan anjuran sekitar 20–30 gram per waktu makan dan minimal 5 gram untuk camilan. Untuk gula tambahan, masyarakat disarankan memilih produk dengan kandungan kurang dari 6–7 gram per porsi.

Dengan memahami informasi pada label nutrisi, masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih makanan. Langkah sederhana ini diharapkan mampu mendukung pola hidup sehat dan mencegah berbagai risiko penyakit di kemudian hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....