Menag - Dubes Kuwait Bahas Peluang Beasiswa Mahasiswa Indonesia
- 14 Jul 2026 16:37 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Al-Yassin di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama bilateral di bidang pendidikan Islam, pengembangan sumber daya manusia, filantropi, serta hubungan antar lembaga keagamaan kedua negara.
Menag menyampaikan bahwa Indonesia dan Kuwait memiliki hubungan yang erat, tidak hanya dalam hubungan diplomatik, tetapi juga ikatan keagamaan dan historis yang telah terjalin sejak lama. Menurutnya, kesamaan nilai keislaman menjadi modal penting untuk memperluas kolaborasi di berbagai bidang.
"Dua negara memiliki hubungan yang sangat dekat, bukan hanya secara formal, tetapi juga secara spiritual dan psikologis. Karena itu, kerja sama yang telah terjalin perlu terus diperkuat," ujar Menag di Jakarta, Selasa 14 Juli 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Menag mendorong peningkatan kerja sama di bidang pendidikan tinggi Islam melalui pengiriman mahasiswa Indonesia ke berbagai perguruan tinggi di Kuwait. Menurutnya, Kuwait memiliki kualitas pendidikan yang baik dan dapat menjadi alternatif tujuan studi selain Mesir, Arab Saudi, Turki, maupun Yordania.
Ia berharap lebih banyak mahasiswa Indonesia memperoleh kesempatan belajar di Kuwait, mulai dari jenjang sarjana, magister hingga doktoral, khususnya pada bidang syariah dan studi Islam.
"Kami ingin mendorong lebih banyak mahasiswa Indonesia belajar di Kuwait. Kami juga berharap ada dukungan beasiswa sehingga ke depan akan lahir lebih banyak alumni Kuwait di Indonesia," tambahnya.
Selain kerja sama pendidikan, Menag juga mengusulkan adanya nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan Kementerian Urusan Islam Kuwait (MoIA). Kerja sama tersebut diharapkan mencakup pengembangan dakwah, pendidikan keagamaan, pertukaran pengalaman pengelolaan zakat dan lembaga filantropi, hingga peningkatan kapasitas kelembagaan keagamaan kedua negara.
Dubes Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Al-Yassin menyambut baik berbagai usulan kerja sama yang disampaikan Menag. Ia menegaskan hubungan Indonesia dan Kuwait selama ini berjalan sangat baik dan memiliki sejarah panjang, baik dalam hubungan diplomatik maupun kerjasama keagamaan.
Khalid mengatakan pemerintah Kuwait akan menindaklanjuti usulan penambahan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia di perguruan tinggi Kuwait. Ia juga menyatakan kesiapan untuk membahas berbagai bentuk kerjasama baru, termasuk hubungan antar kementerian yang menangani urusan keagamaan.
"Segera saya akan menindaklanjuti usulan tersebut. Jika ada proposal kerja sama lainnya, kami siap membahas dan mengembangkan kolaborasi yang lebih luas antara kedua negara," ujarnya.
Dubes Kuwait juga menyampaikan bahwa berbagai lembaga filantropi dan kemanusiaan asal Kuwait selama ini telah aktif menjalankan program di Indonesia, seperti pembangunan sekolah, masjid, desa percontohan, serta bantuan bagi anak yatim. Ke depan, menurutnya, kerja sama tersebut dapat diperluas melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama.
Pertemuan diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk memperkuat hubungan Indonesia-Kuwait melalui kerja sama yang lebih konkret di bidang pendidikan, pengembangan lembaga keagamaan, serta kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara. (Sumber: Web Kemenag RI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....