Tren Hindari Berita Meningkat di Era Digital
- 27 Mei 2026 11:25 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Kemudahan mengakses informasi melalui media sosial dan ponsel ternyata tidak selalu membuat masyarakat semakin dekat dengan berita. Sebaliknya, sebagian orang justru mulai membatasi bahkan menghindari konsumsi berita dalam kehidupan sehari-hari.
Laporan Reuters Institute for the Study of Journalism melalui Digital News Report 2025 menunjukkan sekitar empat dari sepuluh orang atau 40 persen responden diseluruh dunia mengaku terkadang atau sering menghindari berita. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2017 yang berada pada angka 29 persen dan menjadi salah satu tingkat tertinggi yang pernah tercatat dalam laporan tersebut.
Salah satu penyebab terbesar adalah kelelahan informasi atau news fatigue. Arus informasi yang terus muncul sepanjang hari membuat sebagian orang merasa kewalahan. Berita mengenai konflik, bencana, kondisi ekonomi, hingga isu global datang secara berulang melalui notifikasi ponsel, media sosial, dan berbagai platform digital.
Laporan Reuters Institute juga mencatat banyak responden merasa berita terlalu berdampak pada kondisi emosional mereka. Sebagian mengaku sengaja mengurangi paparan berita karena memicu stres, kecemasan, atau suasana hati yang menurun. Sekitar 39 persen responden menyebut efek negatif terhadap suasana hati menjadi alasan utama mereka menghindari berita.
Faktor lain yang ikut memengaruhi adalah menurunnya kepercayaan terhadap media. Di saat yang sama, masyarakat juga mulai beralih ke media sosial, video pendek, podcaster, hingga kreator konten untuk memperoleh informasi. Perubahan pola konsumsi ini membuat sebagian orang semakin jarang mengakses media berita konvensional.
Laporan Reuters Institute juga menemukan kelompok usia muda cenderung lebih sering memperoleh informasi melalui platform video dan media sosial dibandingkan televisi atau situs berita tradisional. Mereka lebih memilih format yang singkat, visual, dan mudah dipahami.
Meski demikian, menghindari berita secara sepenuhnya juga dapat menimbulkan dampak lain, seperti berkurangnya pemahaman terhadap isu sosial dan perkembangan di sekitar. Karena itu, sejumlah pengamat media menyarankan masyarakat tetap mengikuti informasi penting dengan cara yang lebih terukur, misalnya membatasi waktu konsumsi berita dan memilih sumber yang kredibel.
Fenomena ini menunjukkan tantangan media saat ini bukan hanya menyampaikan informasi secara cepat, tetapi juga menghadirkan berita yang relevan, mudah dipahami, dan tidak menimbulkan kelelahan informasi berlebihan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....