Bener Meriah Gelar Rapat Penyusunan Neraca Pangan Kabupaten 2026

  • 10 Jun 2026 20:01 WIB
  •  Takengon
RRI.CO.ID, Redelong - Pemkab Bener Meriah melalui Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Bener Meriah menggelar rapat penyusunan neraca pangan Kabupaten Bener Meriah Tahun 2026 di Ruang Saber Pungli Lantai 2 Setdakab Bener Meriah, Selasa 9 Juni 2026.
Rapat ini di pimpin langsung oleh Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Bener Meriah Ihsan, ST., M.Ling dan di ikuti oleh Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bener Meriah., Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Bener Meriah., unsur Kantor Bulog Takengon., Pengendalian Dampak Lingkungan Ahli Muda pada Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Bener Meriah., Statistik Ahli Muda pada BPS Bener Meriah., Analis Kebijakan Ahli Muda pada bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Bener Meriah., Akademisi Sandri Sastrawan, S.Pt. M.Pt., Staf Bidang Pangan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bener Meriah., Penata Pelayanan Operasional pada Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Bener Meriah.
Rapat penyusunan neraca pangan bertujuan untuk memproyeksikan ketersediaan dan kebutuhan berbagai komoditas pangan pokok strategis di wilayah Bener Meriah. Langkah ini diambil oleh Pemkab Bener Meriah melalui Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Bener Meriah untuk memastikan pasokan pangan stabil, memetakan potensi surplus atau defisit, serta mencegah lonjakan inflasi daerah.
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Bener Meriah Ihsan,ST., M.Ling usai rapat menyebutkan, bahwa rapat tersebut penting dan mengacu pada amanat regulasi menjalankan perintah UU No.18/2012 tentang Pangan dan Peraturan Badan Pangan Nasional terkait Pemantauan Ketersediaan Pangan secara berkala.
Katanya lagi, ketahanan pangan memegang peranan kunci dalam mendeteksi anomali pasokan dan lonjakan harga. Di Indonesia, instrumen ini dioperasikan melalui Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) dan berbagai dasbor pemantauan daerah untuk meredam inflasi.
Terang Ihsan lagi, pimpinan memerlukan dasbor data terintegrasi yang menggabungkan tren harga harian, neraca stok, dan proyeksi produksi. Indikator utama pengambilan keputusan ini mencakup disparitas harga antar wilayah, rasio tingkat inflasi terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET), dan defisit pasokan.
"Ada beberapa kendala klasik dalam penyusunan neraca pangan yang perlu kita pecahkan bersama dalam rapat ini diantaranya adalah, pertama, data pasokan masuk dan keluar lintasan wilayah. Seringkali sulit tercatat karena perdagangan antar-wilayah dilakukan oleh sektor privat/pedagang informal. Kedua, Validasi angka konsumsi per kapita, Apakah kita menggunakan standar nasional (BPS) atau ada penyesuaian dengan pola konsumsi lokal. Ketiga, Asumsi angka tercecer (Losses), Penentuan persentase penyusutan komoditas (terutama hortikultura seperti cabai dan bawang) selama proses distribusi," ujar Kabag Perekonomian dan SDA Setdakab Bener Meriah itu.
Ihsan menjelaskan, neraca pangan yang akurat adalah kunci dari pengendalian inflasi yang efektif untuk keberhasilan itu sesuai dengan arahan pimpinan maka semua OPD terkait harus bersinergi dalam hal memberikan update data agar dapat segera diformulasikan menjadi bentuk dokumen neraca pangan Kabupaten Bener Meriah.
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....