Kasus Anak Usir Ibu Kandung Bikin Heboh, Begini Klarifikasinya

  • 04 Agt 2023 20:50 WIB
  •  Takengon

KBRN, Takengon : Mega Putra, anak pertama Salmah 52 tahun melakukan klarifikasi pemberitaan tentang Ibu kandungnya yang mengaku diusir. Dirinya membantah pengakuan Ibunya tersebut. Justru Ibunya pergi dari rumah atas kemauannya sendiri.

Kejadian itu bermula tahun 2021, dimana sang Ibu tanpa sepengetahuan anak-anaknya berhutang dengan sejumlah pihak, hingga akhirnya utang tersebut harus ditanggung Enam anak-anaknya, yang jumlahnya tidak sedikit.

Mega sempat menanyakan peruntukan utang tersebut, namun alasan sang Ibu untuk memenuhi kebutuhan hidup, sedangkan kebutuhan hidup sudah ditanggulangi oleh anak-anaknya, ditambah lagi hasil kebun dan hasil sewa Rumah Toko (Ruko).

"Utang Mamak kenapa banyak kali, utang itu untuk apa, alasan untuk beras, listrik, uang sekolah adik-adik, yang seolah-olah kami nggak pernah bantu, kemana uangnya, sementara beras yang dibeli perbambu dan uang sekolah tidak pernah dibayar," kata Mega, Jum'at (4/8/2023).

Dilanjutkan Mega, sekitar awal tahun 2022, karena selalu pergi pagi pulang malam, terkadang tidak pulang, sering telfonan ditengah jalan, selaku anak menegur karena malu, tidak terima ditegur terjadilah cek cok.

"Mamak kami pergi meninggalkan rumah dan membawa semua surat berharga, kami sudah berusaha mencari ke rumah temannya tapi tidak ada hasilnya" timpalnya.

Setelah dua minggu tak ada kabar akhirnya sang Ibu kembali dengan membawa berita dia sudah menikah dengan warga Arul Relem. Mega mendatangi kediaman rumah suami baru Ibunya dan meminta mengembalikan surat-surat berharga yang sempat dibawa ke rumah suami barunya karena takut disalahgunakan.

Keesokan harinya tanpa sepengetahuan keenam anaknya ibu Salmah membawa suaminya ke kebun untuk membabat dan memetik hasil kebun milik alm suaminya.

Keenam anak dari Ibu Salmah merasa kecewa atas perbuatan dari Ibunya, karena tega membawa suami barunya ke kebun milik alm suaminya tanpa seijin anak-anaknya dan tanpa memperkenalkan suaminya, keenam anaknya mengira suami barunya pencuri karena belum mengenal wajahnya.

Mega mengaku tidak pernah melempar benda apapun pada Ibunya. "Kata-katanya bisa dibuktikan karena ada beberapa orang yang menjadi saksi, orang yang memetik kopi di kebun atau Jamu Ngutip dia hanya mengatakan "Mak uang ngutip ni untuk belanja adik-adik di rumah dan untuk uang sekolah" jelas Mega.

Tidak terima dengan perkataan anaknya terjadi pertengkaran dan Ibu Salmah langsung pergi, dan pada saat itu disampaikan bahwa bagiannya harus ada.

Setelah dilakukan mediasi keluarga, hasil dari musyawarah bahwa harta tidak dibagikan terlebih dahulu atau ditunda pembagiannya sampai anak-anak dari Ibu Salmah menyelesaikan pendidikannya dan menikah.

"Kalau semua adik-adik sudah tuntas pendidikannya kami akan kembalikan semua harta mamak itu janji kami, karena tanggungan mamak masih ada 5 orang lagi yang belum menikah dan sebagian masih dalam pendidikan, selaku anak kami juga sudah menjual sebagian harta warisan senilai Rp 130 juta untuk kebutuhan mamak setelah bapak meninggal" kata Mega lagi.

Mega atas nama adik-adiknya juga meminta maaf kepada sang Ibu jika selama ini ada kesalahan yang dilakukan, dan mohon pengertian sang Ibu yang meninggalkan anak-anaknya dan masih dalam proses pendidikan.

"Kami minta maaf sebesar-besarnya atas kesalahan kami dan kami mohon pengertian sama Mamak, bahwa banyak anak yang ditinggalkannya, penting dia sehat di sana, bahagia sama Bapak tu, kalau nggak mau menanggungjawapi nggak apa-apa, yang penting jangan buat masalah, sesuai dengan hasil keputusan rapat keluarga kita" kata Mega.

Mega meminta Ibu Salmah untuk tidak memfitnah anak-anaknya, karena adiknya yang paling kecil tidak mau sekolah dan keluar rumah karena mengalami trauma.

Anak-anaknya masih tetap menerima Ibu kembali, dengan syarat tidak bersama suami barunya itu.

"Detik ini pulang kami terima, asal sendiri, bagaimana pun Mamak kami. Kenapa kami nggak terima kalau Bapak itu tinggal di rumah, karena adik-adik perempuan banyak, kami menjaga itu," tambah Mega.

Terakhir disampaikan, dirinya dan adik-adik tidak mau dicap sebagai anak durhaka. "Sekali lagi kami mohon maaf harus mengumbar aib keluarga, tapi kami tidak ingin dicap anak durhaka," demikian klarifikasi Mega.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....