Nyeri Punggung Membaik saat Bergerak? Ini Penjelasannya
- 25 Jun 2026 11:06 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Banyak orang mengira beristirahat adalah cara terbaik untuk mengatasi nyeri punggung. Namun pada sebagian kasus, terlalu lama duduk atau berbaring justru dapat membuat punggung terasa semakin kaku dan nyeri. Sebaliknya, bergerak atau berolahraga ringan sering kali membantu meredakan keluhan tersebut.
Nyeri punggung merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum di dunia dan menjadi penyebab utama disabilitas pada banyak orang. Menariknya, beberapa jenis nyeri punggung memang cenderung membaik saat tubuh aktif bergerak.
Ketika Bergerak Justru Membantu
Dokter spesialis kedokteran olahraga dan rehabilitasi dari NYU Langone Orthopedic Center, Dr. Salvador Portugal, menjelaskan bahwa istirahat tetap diperlukan jika nyeri punggung disebabkan oleh cedera akut, seperti ketegangan otot atau saraf terjepit akibat mengangkat beban berat, dilansir dari SELF (20/06/2026).
Namun, kondisi berbeda terjadi pada nyeri punggung yang bersifat kronis dan disebabkan oleh peradangan. Pada kasus seperti ini, aktivitas fisik ringan justru dapat membantu mengurangi rasa sakit dan kekakuan.
Salah satu contohnya adalah axial spondyloarthritis, kelompok penyakit autoimun yang menyerang tulang belakang dan sendi panggul. Penyakit ini menyebabkan peradangan kronis yang membuat punggung terasa kaku, terutama setelah duduk atau berbaring dalam waktu lama.
Menurut ahli bedah tulang belakang dari University of Cincinnati College of Medicine, Dr. Joseph Cheng, pergerakan membantu otot menopang sebagian beban yang sebelumnya ditanggung oleh sendi yang meradang. Akibatnya, tekanan pada tulang belakang berkurang sehingga rasa nyeri menjadi lebih ringan.
Penyakit Lain yang Dapat Menyebabkan Nyeri Serupa
Selain spondyloarthritis, beberapa penyakit peradangan lain juga dapat memicu nyeri punggung yang memburuk saat istirahat, antara lain:
Artritis psoriatik, yang dapat dialami sebagian penderita psoriasis.
Artritis enteropatik, yang berkaitan dengan penyakit radang usus seperti Crohn dan kolitis ulseratif.
Ankylosing spondylitis, bentuk lanjut spondyloarthritis yang dapat menyebabkan ruas tulang belakang menyatu.
Pada kondisi tertentu yang sudah berat, gerakan justru bisa memperburuk nyeri sehingga konsultasi medis tetap diperlukan untuk menentukan aktivitas yang aman.
Mengapa Olahraga Efektif untuk Punggung?
Para ahli menjelaskan bahwa tulang belakang bekerja sebagai penopang utama tubuh. Karena itu, memperkuat otot-otot di sekitarnya dapat membantu mengurangi beban kerja punggung.
Sebuah tinjauan penelitian tahun 2016 menemukan bahwa program latihan yang berfokus pada penguatan otot inti (core muscles) mampu mengurangi nyeri punggung bawah kronis hingga sekitar 77 persen.
Otot inti meliputi otot perut, pinggang, dan punggung bawah. Semakin kuat otot-otot tersebut, semakin stabil pula tulang belakang.
Selain itu, olahraga aerobik ringan seperti berjalan kaki dan bersepeda juga dapat:
Meningkatkan aliran darah ke jaringan punggung.
Mengurangi peradangan dan kekakuan.
Membantu proses perbaikan jaringan.
Merangsang pelepasan endorfin yang berperan sebagai pereda nyeri alami tubuh.
Tidak hanya olahraga, peregangan sederhana juga dapat membantu mengurangi nyeri punggung. Otot paha belakang (hamstring) yang kaku, misalnya, dapat menarik area panggul dan menambah tekanan pada punggung bawah. Dengan rutin melakukan peregangan pada otot kaki, bokong, dan punggung, fleksibilitas tubuh akan meningkat sehingga pergerakan sendi menjadi lebih baik dan rasa kaku berkurang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....