Film Korea “D-War” Kembali Populer di Netflix setelah 19 Tahun

  • 13 Agt 2026 21:02 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Film Korea Selatan “D-War” yang dirilis pada 2007 kembali mencuri perhatian penonton internasional. Film garapan komedian sekaligus sutradara Shim Hyung-rae tersebut mengalami peningkatan popularitas setelah tersedia di Netflix di sejumlah negara.

Menurut FlixPatrol, situs yang memantau peringkat berbagai platform streaming global, “D-War” sempat menempati posisi keenam dalam daftar film global Netflix pada Senin. Hingga Rabu, film tersebut masih bertahan di posisi kesembilan dan tetap berada dalam jajaran 10 besar global.

Masuk 10 Besar di Sejumlah Negara

Popularitas “D-War” tidak hanya terjadi secara global. Film tersebut juga masuk dalam jajaran film teratas Netflix di sejumlah negara.

Melansir dari Koreajoongangdaily, Kamis (13/8/2026), di Prancis, Jerman, dan Italia, “D-War” bahkan sempat mencapai posisi kedua dalam daftar film Netflix. Secara keseluruhan, film yang telah berusia 19 tahun itu tercatat masuk dalam tangga film Netflix di 20 negara.

Kemunculan kembali “D-War” di jajaran film populer Netflix pun memunculkan pertanyaan mengenai alasan film lama tersebut kembali menarik perhatian penonton.

Media hiburan Amerika Serikat ScreenRant menilai daya tarik utama film tersebut terletak pada unsur hiburan, terutama kehadiran monster raksasa dan naga. Namun, penilaian tersebut merupakan analisis ScreenRant dan bukan pernyataan resmi dari Netflix.

Mengangkat Legenda Korea

“D-War” mengisahkan pertarungan makhluk Imugi, yaitu ular raksasa yang berasal dari legenda Korea, di pusat Kota Los Angeles. Makhluk tersebut terlibat dalam perebutan benda mistis bernama Yeouiju.

Ketika dirilis, “D-War” menarik perhatian karena penggunaan teknologi computer-generated imagery (CGI) serta adegan pertarungan monster dalam skala besar. Saat itu, produksi dengan visual seperti tersebut masih tergolong tidak biasa bagi film Korea.

Di Korea Selatan, “D-War” juga mencatat kesuksesan komersial dengan jumlah penonton mencapai sekitar 7,85 juta orang.

Meski demikian, film tersebut juga mendapat kritik tajam, terutama terhadap kualitas skenario, penyutradaraan, dan dialog. Strategi pemasaran “D-War” sebagai film Korea yang mencoba bersaing dengan film-film blockbuster Hollywood juga memicu perdebatan mengenai sejauh mana kesuksesan film tersebut dipengaruhi sentimen patriotisme dan nasionalisme.

Dari Komedian hingga Sutradara

“D-War” merupakan salah satu karya penting dalam perjalanan karier Shim Hyung-rae, komedian Korea generasi pertama yang kemudian beralih menjadi pembuat film.

Shim memulai debutnya sebagai komedian pada 1982 dan kemudian dikenal luas melalui karakter Young-gu, sosok ceroboh tetapi menggemaskan yang menjadi salah satu karakter ikoniknya.

Kariernya sebagai sutradara dimulai pada 1993 melalui film “Young-gu and Princess Zzu Zzu”, di mana ia juga berperan sebagai Young-gu. Film terakhir yang disutradarai Shim adalah “The Last Godfather” yang dirilis pada 2010.

Kini, hampir dua dekade setelah “D-War” pertama kali dirilis, film tersebut kembali mendapatkan perhatian global melalui Netflix. Kebangkitan ini menunjukkan bahwa film lama masih dapat menemukan penonton baru ketika hadir kembali melalui platform streaming digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....