Chris John Bawa Legenda Indonesia ke Animasi “Dragon’s Dojo”

  • 11 Agt 2026 15:49 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Legenda tinju Indonesia, Chris John, menggandeng Silver Media Group asal Singapura untuk mengembangkan serial animasi vertikal berjudul “Dragon’s Dojo”. Serial yang dirancang untuk perangkat seluler tersebut akan mengangkat cerita rakyat dan mitologi Indonesia.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Silver Media Group dan Chris John. Proyek tersebut menjadi bagian pertama dari ASERYA Asian Mythology Franchise, sebuah waralaba mitologi Asia yang akan dikembangkan melalui animasi, komik, gim, hingga produk merchandise.

Menggabungkan Tinju dan Mitologi Indonesia

“Dragon’s Dojo” akan mempertemukan tokoh nyata dengan karakter muda, cerita rakyat, serta makhluk mitologi dari berbagai wilayah Asia. Tujuannya adalah memperkenalkan kisah dan warisan budaya Asia kepada penonton global.

Dalam cerita tersebut, makhluk-makhluk kuno tiba-tiba muncul di dunia modern. Kemunculan mereka membuat para pahlawan dari berbagai negara harus menghadapi ancaman kegelapan yang semakin meluas di kawasan Asia.

Chris John akan hadir dalam versi animasi sebagai kepala instruktur sekaligus mentor di sebuah akademi bela diri bernama Dragon’s Dojo. Akademi tersebut membantu anak-anak dan remaja yang sedang menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Ketika makhluk-makhluk dari mitologi Indonesia mulai mengancam komunitas tempat para murid tinggal, Chris John dan para siswanya harus menghadapi lebih dari sekadar monster. Mereka juga dituntut berhadapan dengan ketakutan dan persoalan dalam diri masing-masing.

Membawa Nilai Bela Diri

Menyadur dari Variety, Selasa (11/8/2026), Chris John mengatakan, bela diri bukan hanya mengenai kemampuan bertarung. Menurutnya, olahraga tersebut juga mengajarkan disiplin, rasa hormat, keberanian, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Sepanjang karier saya, tinju mengajarkan bahwa kemenangan terbesar tidak hanya diraih di atas ring, tetapi juga dalam mengatasi berbagai tantangan yang kita hadapi setiap hari,” ujar Chris John.

Melalui “Dragon’s Dojo”, nilai-nilai tersebut akan dikemas dalam sebuah petualangan yang memungkinkan generasi muda mengenal kekuatan, tujuan hidup, dan keberanian untuk menentukan jalan mereka sendiri.

Mengangkat Kekayaan Budaya Indonesia

Disadur dari sumber yang sama, Eksekutif televisi Indonesia, Harun Kurniawan, yang turut terlibat dalam proyek tersebut, mengatakan Indonesia memiliki kekayaan cerita, legenda, dan warisan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

“Dragon’s Dojo’ memberi kita kesempatan untuk membawa unsur-unsur tersebut ke dalam format yang lebih kekinian dan memperkenalkannya kepada penonton di seluruh dunia. Kami menciptakan sesuatu yang membanggakan sebagai karya Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari semesta cerita Asia yang jauh lebih luas.” jelas Kurniawan.

Serial ini diharapkan tetap memiliki identitas Indonesia yang kuat, sekaligus menjadi bagian dari semesta cerita mitologi Asia yang lebih luas.

Dikembangkan untuk Berbagai Platform

Selain serial animasi, “Dragon’s Dojo” dirancang sebagai waralaba multiplatform. Ceritanya berpotensi dikembangkan menjadi komik, gim, hingga berbagai produk merchandise.

Pendiri sekaligus CEO Silver Media Group, Chan Gin Kai, mengatakan Asia memiliki sejarah, budaya, dan mitologi yang sangat kaya. Namun, sebagian cerita tersebut masih belum banyak dikenal di luar negara asalnya.

“Melalui ASERYA, kami ingin membangun sebuah semesta yang saling terhubung, tempat kisah-kisah tersebut dapat hidup dan dinikmati oleh generasi penonton baru.” Ungkap Chan.

Sementara itu, salah satu pendiri Koollab Studios, Oliver Guse, mengatakan perkembangan teknologi dapat membuka peluang baru bagi para kreator untuk menghasilkan cerita yang lebih besar dan inovatif, tanpa menghilangkan unsur budaya serta nilai emosional di dalamnya.

“Di Koollab Studios, kami percaya bahwa inovasi seharusnya memberdayakan para kreator untuk menyampaikan cerita yang lebih besar dan ambisius, sekaligus tetap mempertahankan keaslian serta nilai emosional yang membuat cerita tersebut bermakna,” ujar Guse.

Proyek ini mempertemukan Silver Media Group, Chris John, Harun Kurniawan, dan Koollab Studios sebagai mitra produksi. Jika terealisasi, “Dragon’s Dojo” tidak hanya menjadi serial animasi, tetapi juga menjadi salah satu upaya membawa cerita rakyat dan mitologi Indonesia ke panggung hiburan global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....