Minang Saiyo di Tanoh Gayo: Merawat Tradisi, Menguatkan Solidaritas Pasca Bencana
- 30 Mar 2026 20:55 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Komunitas Minang Saiyo di Tanoh Gayo kembali menegaskan perannya sebagai wadah silaturahmi sekaligus penggerak sosial bagi masyarakat Minangkabau di Aceh Tengah. Hal ini mengemuka dalam dialog “Ruang Komunitas” Pro 1 RRI Takengon yang menghadirkan Ketua Minang Saiyo Aceh Tengah, Irvan Rasyid, bersama Sekretaris Yusri Hadi.
Dalam perbincangan tersebut, Minang Saiyo digambarkan bukan sekadar paguyuban perantau, melainkan komunitas yang terus berkembang seiring hadirnya generasi penerus. Anggotanya kini tidak hanya berasal dari perantau Minang, tetapi juga keturunan yang lahir dan besar di Tanoh Gayo.
Ketua Minang Saiyo, Irvan Rasyid, menyampaikan bahwa keberadaan masyarakat Minang di wilayah Gayo menjadi salah satu yang terbesar dibanding daerah lain di Aceh. Ia menegaskan pentingnya menjaga identitas budaya sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal.
“Sebagai orang Minang, kita punya falsafah ‘di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’. Artinya, kita harus menghormati aturan pemerintah dan adat setempat,” ujarnya.
Peran aktif Minang Saiyo juga terlihat pasca bencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu. Komunitas ini turun langsung membantu masyarakat terdampak melalui berbagai aksi sosial, mulai dari penggalangan dana hingga penyaluran bantuan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah distribusi rendang khas Padang yang merupakan bantuan dari Gubernur Sumatera Barat saat itu.
Selain itu, kegiatan sosial keagamaan juga rutin dilakukan, seperti pelaksanaan qurban setiap Hari Raya Idul Adha. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga mempererat kebersamaan antaranggota dan masyarakat sekitar.
Saat ini, Minang Saiyo tengah fokus pada pengembangan lahan perkuburan baru di Kampung Jongok Meluem. Langkah ini diambil karena lahan sebelumnya di Kampung Asir-Asir sudah tidak lagi mencukupi. Upaya ini menjadi bentuk kepedulian komunitas terhadap kebutuhan jangka panjang anggotanya.
Di penghujung dialog, Sekretaris Minang Saiyo, Yusri Hadi, menyampaikan harapannya agar seluruh anggota dapat terus menjaga kekompakan. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan organisasi, saling menghargai antaranggota, serta menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah.
“Silaturahmi harus tetap dijaga, saling menghormati itu kunci. Kita juga harus patuh pada aturan yang ada, baik dalam organisasi maupun sebagai bagian dari masyarakat,” tutupnya.
Melalui berbagai peran dan kontribusi tersebut, Minang Saiyo di Tanoh Gayo terus menunjukkan eksistensinya sebagai komunitas yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan pembangunan kebersamaan di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....