960 Anak RA se-Aceh Tengah Meriahkan Gebyar Pentas Seni

  • 14 Jun 2026 12:38 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Sebanyak 960 anak Raudhatul Athfal (RA) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah memeriahkan Gebyar Pentas Seni dan Panggung Karya Anak RA se-Kabupaten Aceh Tengah Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung meriah di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Kamis, 11 Juni 2026.

Mengusung tema “Gembira Berkreasi, Hebat Berakhlak”, kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak RA yang akan menyelesaikan pendidikan dan melanjutkan ke jenjang sekolah dasar untuk menampilkan bakat, kreativitas, serta karakter positif yang telah dibentuk selama menempuh pendidikan usia dini.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Aceh Tengah yang diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Anshary, SE, M.AP, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, H. Wahdi MS, MA, Bunda PAUD Kabupaten Aceh Tengah, Risnawati Haili Yoga, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah, Salimsyah, M.Pd, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Aceh Tengah, Syahria Putraga, M.Pd, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemenag Aceh Tengah, Desilusiana Wahdi, Ketua Pokja PAUD Aceh Tengah, Ketua Pokjawas Madrasah, Ketua IGRA Aceh Tengah beserta anggota, serta Ketua GTK Bercer Aceh Tengah.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, H. Wahdi MS, MA menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran yang sangat penting sebagai fondasi awal dalam membentuk generasi bangsa yang berkualitas.

“Peran guru RA sama pentingnya dengan guru TK di bawah Dinas Pendidikan. Mereka merupakan garda terdepan dalam memberikan pendidikan, pembinaan karakter, dan transfer ilmu pengetahuan kepada anak-anak sejak usia dini,” ujarnya.

Wahdi juga menjelaskan bahwa keberadaan RA memiliki dasar hukum yang kuat, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan yang mengatur posisi RA sebagai bagian dari pendidikan anak usia dini, serta Peraturan Menteri Agama Nomor 66 Tahun 2016 yang menjadi payung hukum operasional penyelenggaraan RA di bawah naungan Kementerian Agama.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Aceh Tengah, Risnawati Haili Yoga, mengingatkan para orang tua dan pendidik untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi saat ini.

“Dunia saat ini tidak sedang baik-baik saja. Transformasi informasi dan teknologi berkembang sangat cepat, sehingga anak-anak dapat dengan mudah menyerap berbagai informasi yang belum tentu sesuai untuk usia mereka. Karena itu, peran keluarga dan guru sangat penting dalam memberikan pendampingan,” ungkapnya.

Ia berharap anak-anak RA yang hadir dapat tumbuh menjadi generasi emas Indonesia pada tahun 2045 yang berakhlak mulia, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Anshary, SE, M.AP, saat membacakan sambutan Bupati Aceh Tengah menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting bagi kemajuan bangsa.

“Kita semua tentu sepakat bahwa pendidikan anak usia dini adalah fondasi penting bagi masa depan bangsa. Di tangan para guru RA yang penuh kesabaran dan kasih sayang, anak-anak kita tidak hanya diajarkan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga diajarkan akhlak mulia, kemandirian, serta kecintaan kepada agama dan budaya,” katanya.

Anshary juga menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Aceh Tengah yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, Gebyar Pentas Seni dan Panggung Karya menjadi ruang yang sangat baik untuk mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, dan potensi anak sejak usia dini.

Berbagai penampilan seni, kreasi, dan karya anak-anak RA yang ditampilkan selama kegiatan berlangsung mendapat sambutan meriah dari para orang tua, guru, dan tamu undangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....