Aceh Tengah Juara Umum Pra PORA Shorinji Kempo 2026

  • 18 Mei 2026 19:40 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID. Banda Aceh: Kontingen Kabupaten Aceh Tengah berhasil meraih juara umum pada ajang Pra PORA cabang olahraga Shorinji Kempo Aceh 2026, Tim Aceh Tengah tampil dominan dengan perolehan sepuluh medali emas, lima medali perak, dan dua medali perunggu. Banda Aceh, Senin (18/5/ 2026).

Posisi kedua diraih kontingen Aceh Besar dengan raihan enam medali emas, 1 perak, dan empat perunggu. Sementara juara umum ketiga ditempati kontingen Pidie setelah mengumpulkan tiga emas, lima perak, dan enam perunggu. Sedangkan kontingen Banda Aceh, Aceh Timur, dan Bireuen masing-masing berhasil membawa pulang satu medali emas.

Pada Pra PORA 2026 ini, Aceh Tengah menurunkan sebanyak dua puluh empat kenshi dan enam pelatih. Seluruh atlet nomor embu atau seni putra-putri berhasil lolos ke PORA Aceh Jaya 2026. Sementara untuk nomor randori atau tarung putra-putri, Aceh Tengah sukses meloloskan sepuluh nomor pertandingan.

Medali emas dari nomor randori putra dipersembahkan oleh Riski pada kelas enam puluh kilogram. Sementara Iwan Rantoni berhasil menyumbangkan medali perunggu.

Dari randori putri, Aulia Januari Melala sukses meraih medali emas di kelas lima puluh lima kilogram. Sedangkan Yurike Amelia Putri dan Alesya menyumbangkan medali perak pada kelas randori enam puluh dan enam puluh lima kilogram. Medali perunggu juga diraih Raihani Magfirah yang tampil di kelas randori lima puluh kilogram.

Prosesi penutupan dan pengalungan medali turut dihadiri perwakilan KONI Aceh Tengah, Yusnardi, S.Pd, serta Mahdi, S.Pd dari Dispora Aceh Tengah. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan terhadap keberhasilan para atlet Shorinji Kempo Aceh Tengah pada ajang Pra PORA tersebut.

Ketua Umum Perkemi Aceh Tengah yang juga pelatih Shorinji Kempo Aceh Tengah, Sempai Nasrun Liwanza 2 Dan, mengatakan keberhasilan ini merupakan hasil dari ketekunan para kenshi selama menjalani latihan serta dukungan penuh dari Pemerintah Daerah dan KONI Aceh Tengah.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Aceh Tengah. Namun sekaligus menjadi tantangan bagi kami untuk mempertahankannya pada PORA Aceh Jaya mendatang,” ujar Nasrun Liwanza.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....