Lonjakan Peminat Pendidikan Vokasi Pada SNBT 2024

  • 20 Jun 2024 10:10 WIB
  •  Takengon

KBRN, Takengon : Minat masyarakat atau calon mahasiswa baru pada program studi (prodi) pendidikan vokasi terus meningkat. Hal ini sebagaimana terlihat dari hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2024 yang diumumkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kamis 13 Juni 2024 lalu.

Menurut Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asasmen Pendidikan (BSKAP), Anindito Aditomo, melihat peningkatan minat calon mahasiswa baru pada prodi pendidikan vokasi tidak lepas dari sistem baru pada penerimaan mahasiswa yang lebih menekankan pada minat, bakat, serta aspirasi karier para calon mahasiswa baru, termasuk pada kebijakan penentuan pilihan program studi yang mensyaratkan satu di antaranya adalah pilihan program D-3 atau D-4.

Sementara itu Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2024, Ganefri, saat Konferensi Pers Hasil SNBT 2024 mengatakan bahwa peningkatan minat masyarakat atau calon mahasiswa baru pada pendidikan vokasi setidaknya dapat dilihat dari beberapa indikator.

Salah satunya adalah keketatan pada Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2024 yang didominasi oleh prodi vokasi.

"Keketatan ini sejalan dengan banyaknya peserta yang memilih program studi vokasi. Itu artinya peminatan masyarakat terhadap pendidikan vokasi meningkat," kata Ganefri.

Berdasarkan hasil SNBT 2024, 20 program studi terketat pada UTBK SNBT 2024 berasal dari program studi vokasi, baik prodi D-3 dan D-4.

Ganefri melihat meskipun masih didominasi oleh prodi vokasi yang diselenggarakan di perguruan tinggi akademik, Ganefri melihat adanya peningkatan signifikan dari lulusan SMA yang menentukan pilihan ke pendidikan vokasi bukan ke Prodi S-1 akademik.

Bahkan lulusan SMA yang mendaftar ke prodi di perguruan tinggi vokasi jumlahnya mencapai lebih dari dua kali lipat dari pendaftar SMK yang diharapkan melanjutkan di PTN Vokasi.

Pada sistem penerimaan baru ini, pemerintah membatasi pilihan program studi sebanyak empat pilihan program. ( sumber : Kemendikbudristek RI )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....