Hati Hati, Lamaran Kerja Bisa Ditolak Karena Medsos
- 22 Mei 2024 10:38 WIB
- Takengon
KBRN, Takengon : Chairman Asosiasi Praktisi dan Profesional SDM Future HR, Audi Lumbantoruan menjelaskan, sekitar 80% tahapan rekrutmen dipenuhi dengan rangkaian wawancara.
Sementara sisanya merupakan elemen-elemen penunjang seperti cek latar belakang atau background check hingga tes Kesehatan. Karena itu katanya, pelamar kerja sekarang ini perlu menaruh perhatian lebih terhadap aktivitas media sosial yang dilakukannya.
Pasalnya, hal ini bisa menjadi salah satu bahan pertimbangan HR untuk memutuskan menerima atau menolak calon karyawan.
"Yang menambah kepercayaan perusahaan untuk hire orang ini ya background cek. Biasanya satu kandidat harus memberikan nama 1 atau 2 dari tempat kerja sebelumnya untuk dihubungi. Kemudian perusahaan juga cek nama orang itu di internet, bisa jadi langsung spesifik akun sosmed," kata Audi.
menurutnya, bagian tersebut tidak bisa diabaikan, apalagi mengingat zaman yang sekarang sudah serba digital. Hal paling sederhana yang akan dicek ialah menyangkut intensitas pelamar di media sosial, kemudian baru apakah ada yang mengarah ke kejahatan atau perilaku-perilaku ekstrem.
Audi pun menyampaikan tips untuk para pelamar kerja agar tak khawatir di kemudian hari. Pertama, hati-hati an bijaklah dalam menggunakan medsos. Jangan terlalu jauh mengomentari atau berpendapat, juga jangan mudah terpancing.
Jadi, jaga sosmed dengan baik dan bijaksana. Yang sifatnya politik mending dihapus atau hilangkan, kemudian juga jangan ada yang sifat-sifatnya vulgar.
Selanjutnya, jangan lupa untuk menjaga sopan santun. Gunakanlah medsos untuk membantu dalam mencari peluang kerja, bukan justru menjatuhkan. Menurutnya, sosial media penting untuk personal branding, namun jangan sampai lupa diri hingga penggunaannya tidak terkontrol.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....