Perubahan Nasib Suatu Kaum Sangat Bergantung pada Usaha Mereka Sendiri

  • 06 Apr 2026 06:42 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Pesan tentang pentingnya perubahan diri menjadi poin utama dalam ceramah subuh yang disiarkan langsung dari Masjid Agung Ruhama Takengon, Senin pagi, 6 April 2026. Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tengah, H. Wahdi MS, MA, menegaskan bahwa perubahan nasib suatu kaum sangat bergantung pada usaha mereka sendiri dalam memperbaiki diri.

Dalam ceramahnya, ia mengangkat Surah Ar-Ra’d ayat 11 sebagai landasan utama. Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka, baik dari segi mental, sikap, maupun kesungguhan dalam berikhtiar.

Menurut H. Wahdi, pesan ini menjadi motivasi besar bagi umat Islam untuk tidak pasrah terhadap keadaan. Perubahan, kata dia, harus dimulai dari pembenahan akidah, peningkatan akhlak, serta kemauan kuat untuk terus berusaha.

“Jangan menunggu keadaan berubah. Kitalah yang harus memulai perubahan itu dari diri sendiri,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia juga menjelaskan bahwa ayat tersebut diawali dengan penjelasan tentang malaikat yang senantiasa menjaga manusia secara bergiliran atas perintah Allah. Hal ini menunjukkan bahwa manusia tidak pernah luput dari pengawasan dan perlindungan-Nya.

Selain itu, H. Wahdi mengingatkan tentang ketegasan takdir Allah. Jika Allah menghendaki suatu keburukan sebagai bentuk ujian atau peringatan, maka tidak ada yang mampu menolaknya. Oleh karena itu, manusia dituntut untuk senantiasa memperbaiki diri agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam konteks kehidupan sosial, ia menekankan bahwa perubahan tidak hanya bersifat individu, tetapi juga kolektif. Kemajuan suatu masyarakat, menurutnya, sangat ditentukan oleh kesadaran bersama untuk berubah menjadi lebih baik.

Di akhir ceramah, H. Wahdi mengajak masyarakat untuk mulai mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Idul Adha dengan menunaikan ibadah qurban terbaik.

“Momentum Idul Adha adalah saat yang tepat untuk berbagi. Mari kita siapkan qurban terbaik kita sebagai bentuk kepedulian kepada sesama,” pesannya.

Ceramah subuh ini menjadi pengingat bahwa perubahan adalah kunci utama dalam meraih kehidupan yang lebih baik, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus mendorong semangat berbagi menjelang Idul Adha.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....