Panggung Sengkewe Sepanjang Musim Akan Digelar di Takengon
- 28 Mar 2026 09:59 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID,Takengon - Komunitas Desember Kopi Gayo kembali menghadirkan panggung budaya bertajuk “Sengkewe Sepanjang Musim” di Taman Inen Mayak Teri, Takengon, Sabtu 4 April 2026 mendatang.
Pertunjukan ini menjadi ruang artistik yang menyatukan sastra, tradisi lisan, serta kehidupan masyarakat kopi Gayo dalam satu narasi panggung yang utuh.
Beragam unsur seni akan ditampilkan secara terpadu, mulai dari sebuku, didong banan, pembacaan puisi, musikalisasi puisi, hingga tari kopi.
Seluruh rangkaian tersebut merepresentasikan denyut kehidupan masyarakat di dataran tinggi Gayo, kawasan penghasil kopi arabika terbaik di Indonesia.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif komunitas dalam menghidupkan kembali ruang publik sebagai panggung ekspresi budaya masyarakat.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiana, dan LPDP sebagai bentuk penguatan ekosistem seni berbasis komunitas di daerah.
Tidak hanya pertunjukan, rangkaian kegiatan juga mencakup Dialog Sengkewe yang akan digelar pada 3 April 2026 di Kem Pegayon, Bener Meriah.
Dialog menghadirkan petani perempuan Gayo serta pelaku usaha kopi perempuan, yang dirangkai dengan kunjungan edukasi ke kebun dan pengenalan proses pengolahan kopi di pabrik setempat.
Ketua Komunitas Desember Kopi Gayo, Fikar W Eda menegaskan bahwa kegiatan ini menempatkan perempuan sebagai pusat narasi kebudayaan kopi Gayo.
“Sebagian besar proses kopi di Tanah Gayo dikerjakan oleh perempuan. Karena itu penting menghadirkan pengalaman hidup mereka sebagai bagian utama dari panggung kebudayaan,” ujarnya, Jumat 27 Maret 2026.
Selain itu, tim kreatif juga tengah memproduksi film dokumenter pendek tentang Uni Inen Iko, perempuan Gayo yang menopang ekonomi keluarga melalui kerja di kebun kopi, penyortiran biji kopi, hingga menjadi tenaga panen.
Film ini menjadi bagian dari upaya dokumentasi sosial perempuan dalam ekosistem kopi Gayo.
Sementara Tim kreatif pertunjukan, Devie Matahari menjelaskan bahwa Sengkewe Sepanjang Musim disusun sebagai perjalanan dramatik masyarakat Gayo dalam menghadapi bencana, kehilangan, hingga harapan untuk bangkit.
“Pertunjukan ini lahir dari pengalaman nyata masyarakat. Ada ratapan, ada kehilangan, tetapi juga ada kerja bersama dan harapan yang terus dirawat,” katanya.
Pertunjukan akan diawali dengan bunyi canang sebagai penanda kabar duka, dilanjutkan ratapan sebuku oleh perempuan Gayo, dialog petani tentang kebun yang rusak akibat bencana.
Kemudian pada bagian akhir yang menggambarkan kebangkitan melalui solidaritas dan budaya kopi sebagai sumber kehidupan.
Melalui panggung ini, Komunitas Desember Kopi Gayo juga ingin merawat tradisi lisan serta memperkuat ingatan kolektif masyarakat, tentang hubungan erat antara kopi, perempuan, dan ketahanan budaya di tengah perubahan zaman.(FJ)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....