Merajut Silaturahmi di Hari Raya pasca Bencana

  • 27 Mar 2026 05:49 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Program Salam Lebaran Pro 1 RRI Takengon kembali menyapa pendengar dengan menghadirkan cerita hangat dan penuh makna dari masyarakat. Dalam siaran langsung, Kamis, 26 Maret 2026, penyiar Nur Hasanah dan Madyana berbincang bersama salah satu pendengar setia, Edy Rianto, SP, warga Bandar Lampahan. Dialog ini mengangkat tema “Merajut Silaturahmi di Hari Raya”, dengan menyoroti bagaimana masyarakat tetap menjaga kebersamaan meski sempat diliputi kekhawatiran akibat banjir yang melanda wilayah Lampahan beberapa waktu lalu.

Dalam perbincangan tersebut, Edy Rianto mengungkapkan bahwa intensitas hujan yang tinggi sempat membuat warga waspada terhadap potensi banjir. Air bahkan bisa naik dalam waktu singkat, meski kemudian berangsur surut beberapa jam setelah hujan berhenti.

“Alhamdulillah, meskipun sempat was-was, kondisi saat Lebaran tetap aman. Masyarakat tetap siaga, tapi tidak mengurangi makna Hari Raya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kewaspadaan menjadi bagian dari keseharian warga, terutama menghadapi cuaca ekstrem. Namun di sisi lain, semangat menyambut Idulfitri tetap terasa hangat. Lebaran di wilayah Lampahan, menurut Edy, tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tradisi silaturahmi tetap menjadi hal utama yang tidak pernah ditinggalkan. Warga saling mengunjungi keluarga, tetangga, dan kerabat, menjadikan momen Idulfitri sebagai ajang mempererat hubungan. Salah satu yang paling dirindukan adalah kebersamaan saat menikmati hidangan khas seperti lontong.

“Lontong itu sebenarnya bisa dimakan kapan saja, tapi kalau Lebaran rasanya berbeda karena dimakan bersama keluarga,” katanya.

Menariknya, meskipun akses jalan sempat terganggu akibat kondisi pasca-bencana, hal tersebut tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk bersilaturahmi. Bahkan, antrean kendaraan hingga beberapa kilometer tetap dilalui demi bertemu keluarga. Edy juga menyampaikan apresiasi kepada petugas di lapangan, seperti kepolisian, dinas perhubungan, dan tenaga kesehatan yang tetap siaga selama masa Lebaran.

“Mereka tetap bertugas saat kita merayakan hari raya. Kami sangat berterima kasih,” ungkapnya.

Di akhir perbincangan, Edy menyampaikan pesan penting kepada generasi muda agar tidak melupakan nilai-nilai silaturahmi, meskipun teknologi semakin berkembang. Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi seperti berkunjung langsung dan “sungkeman” kepada orang tua sebagai bagian dari budaya yang harus dilestarikan. Selain itu, ia juga mengingatkan agar masyarakat, khususnya anak muda, tetap berhati-hati dalam perjalanan selama masa mudik dan arus balik.

Sementara itu, penyiar RRI Takengon menegaskan bahwa silaturahmi bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan jembatan untuk mempererat persaudaraan dan menghapus sekat perbedaan. Program Salam Lebaran pun diharapkan menjadi ruang berbagi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga hubungan baik, tidak hanya di bulan Syawal, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan, siaran ini kembali membuktikan bahwa di tengah berbagai tantangan, nilai kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....