Langkah Tak Terbatas, Fikri Buktikan Disabilitas Bukan Halangan Raih Sarjana
- 01 Mar 2026 07:32 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Program RRI Takengon kembali menghadirkan kisah inspiratif dalam segmen Ruang Disabilitas dan Inklusi, Sabtu 28 Februari 2026. Mengangkat tema “Langkah Tak Terbatas: Kisah Disabilitas Gayo Menembus Mimpi Hingga Sarjana”, siaran ini menghadirkan sosok muda inspiratif asal Dataran Tinggi Gayo, Khairil Fikri, yang mengikuti dialog melalui video call dari Bandung, Jawa Barat.
Tonton selengkapnya program Ruang Disabilitas PRO 1 RRI Takengon bersama Fikri di link berikut : https://www.youtube.com/watch?v=rtC0MJocEA0.
Dalam perbincangan hangat bersama host Nur Hasanah, Fikri membagikan perjalanan hidupnya hingga berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan setelah menempuh studi selama hampir lima tahun di Bandung. Meski berstatus sebagai pengguna kursi roda, Fikri membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mengenyam pendidikan tinggi dan berprestasi.
Fikri mengisahkan, perjalanan kuliahnya tidak selalu mudah. Ia sempat menghadapi keterbatasan aksesibilitas di kampus, termasuk harus mengikuti perkuliahan di lantai tiga tanpa fasilitas ramah disabilitas. Bahkan, ia harus berjuang secara mandiri untuk bisa mengikuti kelas setiap harinya. Namun, keyakinan diri dan dukungan orang tua menjadi fondasi utama yang menguatkannya.
“Ketika saya sudah berani memulai, maka saya harus berani mengakhiri. Orang lain boleh meragukan saya, tapi saya tidak boleh meragukan diri sendiri,” ungkap Fikri penuh semangat.
Ia menegaskan bahwa kepercayaan diri dan rasa syukur menjadi kunci menghadapi hambatan fisik, sosial, hingga psikologis yang kerap dihadapi penyandang disabilitas.
Tak hanya menyelesaikan studi, Fikri juga berhasil menorehkan prestasi akademik dengan meraih IPK tertinggi di momen wisuda. Ia menjadi satu-satunya mahasiswa pengguna kursi roda yang maju ke depan menerima penghargaan di hadapan ribuan wisudawan, termasuk mahasiswa jenjang S2 dan S3. Momen tersebut diakuinya sebagai pengalaman paling mengharukan dalam hidupnya.
Memilih jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fikri memiliki cita-cita besar untuk kembali ke tanah kelahirannya dan membangun sekolah berbasis digital bagi penyandang disabilitas di Gayo. Ia ingin menghadirkan ruang belajar yang mampu mengasah bakat dan potensi anak-anak disabilitas agar tidak lagi dipandang sebelah mata.
Dalam dialog tersebut, Fikri juga menyampaikan harapannya kepada masyarakat dan pemerintah agar lebih inklusif. Ia meminta agar penyandang disabilitas diberi ruang berbicara dan kesempatan yang sama di berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga dunia kerja.
“Mereka bukan aib, justru menjadi nilai plus bagi lembaga yang mau menerima dan memberdayakan disabilitas,” tegasnya.
Menutup perbincangan, Fikri berpesan kepada generasi muda, khususnya penyandang disabilitas, untuk tetap semangat dan tidak minder. Menurutnya, takdir bukan untuk disesali, melainkan dijalani dengan penuh keyakinan.
“Kita boleh berbeda, tapi kita bukan beban. Kita adalah kebanggaan,” ujarnya.
Kisah Khairil Fikri menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukan akhir dari mimpi. Semangat dan perjuangannya diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas, agar semakin peduli dan membuka ruang inklusi bagi semua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....