Petani di Gayo Keruk Cuan dari Pelepah Nanas

  • 19 Feb 2024 20:16 WIB
  •  Takengon

KBRN, Takengon : Komunitas Perempuan Gayo Sejahtera berhasil olah limbah pelepah nanas menjadi rupiah. Pelepah nanas sebelumnya dijadikan petani di Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah untuk pupuk kompos. Hasil panen, pelepahnya dicincang dan dibuang kembali ke area perkebunan. Namun proses menjadi pupuk butuh waktu lama.

Program ini bermula pertengahan 2023 lalu saat Lembaga Katahati Institute dan Canada Fund for Local Initiatives masuk Takengon. Saat itu mereka mulai melihat potensi Takengon selain kopi. Bermula dari sini, program pelatihan dimulai.

“Kenapa nanas, karena di Pegasing ini sumber produksi nenas terbesar di Takengon,” kata Ketua Komunitas Perempuan Gayo Sejahtera, Inayati Rahmatillah kepada rri, Senin (19/2).

Dikatakan, untuk mengolah limbah pelepah nanas menjadi produk padat karya, memang butuh proses. Dimulai dari serutan untuk mencari serat, dicuci, direbus hingga proses pengeringan.

Serat nanas ini kata Inayati, dapat diolah dalam beragam produk, mulai dari bros, cincin, hingga lampion. Dalam rangka memeriahkan HUT Kota Takengon ke 447 katanya, Pemda Aceh Tengah juga order bros.

Limbah dari serat yang hasil olahan produk katanya, juga masih dapat digunakan untuk pakan sapi dan pupuk kompos.

Inayati cs punya mimpi agar sentra produksi pelepah nanas nanti terpusat. Begitu juga dengan galeri promosinya. Jika ini terwujud kata dia, tak hanya ekonomi kreatif yang naik, namun juga menjadi tempat kajian bagi pelajar.

“Ini ada yang mau kunjungan juga dari SMP,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....