Pandangan Islam Terhadap Malam Satu Suro

  • 07 Jul 2024 17:33 WIB
  •  Takengon

KBRN, Takengon : Pandangan Larangan Malam Satu Suro Menurut Islam

Lantas bagaimana pandangan Islam terkait mitos maupun larangan malam satu Suro? Berdasarkan penjelasan yang disampaikan oleh Buya Yahya melalui saluran YouTube Al-Bahjah TV dalam sesi Buya Yahya Menjawab, bahwa seluruh hari Allah SWT adalah baik. Sementara itu, Allah SWT juga menyukai hamba yang selalu berprasangka baik.

Hal ini juga berlaku pada saat setiap muslim mengerjakan sesuatu di hari-hari baik. Misalnya saja syukuran maupun menggelar pernikahan. Tak terkecuali Suro yang hadir bertepatan dengan bulan Muharram di dalam Islam. Oleh karena itu, hendaknya kaum muslim untuk tidak mempercayai hal-hal semacam itu karena menjadi bentuk suudzon kepada Allah SWT.

Sementara itu, Buya Yahya juga menekankan terkait Suro yang bertepatan dengan bulan Muharram sebagai waktu yang mulia di dalam Islam. Bahkan mengenai kemuliaan Muharram sebagai bulan mulia telah disampaikan di dalam sebuah hadits.

Penjelasan tersebut senada dengan apa yang disampaikan di dalam buku 'Bekal Ilmu di Awal Dzulhijjah' karya Ustadz Abu Abdil Aʼla Hari Ahadi. Terdapat sebuah hadits yang menyebutkan tentang bulan Muharram sebagai bulan yang mulia. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ . ثَلَاثُ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ.

Artinya: "Sesungguhnya waktu telah berputar sebagaimana mestinya, hal itu ditetapkan pada hari Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun ada dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram (bulan mulia). Tiga berturut-turut, yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan al-Muharram, lalu Rajab (yang selalu diagungkan) Bani Mudhar, yaitu antara Jumadil Akhir dan Syaban" (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Sementara itu, Suro yang dikenal sebagai bulan Muharram dalam Islam juga dianjurkan untuk mengerjakan hal-hal baik. Menurut buku 'Resonansi Pemikiran Buku 6: Menata Akhlak' karya Drs Priyono, M Si, waktu merupakan hal yang sangat penting di dalam hidup ini. Alih-alih mengisi waktu dengan berbagai hal yang kurang penting, kaum muslim dapat melakukan usahanya agar dapat beramal sholeh hingga menjadi orang-orang yang beriman.

Bahkan Allah SWT telah menyampaikan firman-Nya di dalam Al-Quran Surat Al-Ashr ayat 1-3. Sebagaimana Allah SWT berfirman:

وَالْعَصْرِۙ ۝١ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ۝٢ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ ۝٣

Wal-'ashr. Innal-insâna lafî khusr. Illalladzîna âmanû wa 'amilush-shâliḫâti wa tawâshau bil-ḫaqqi wa tawâshau bish-shabr.

Artinya: "Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran."

Merujuk dari penjelasan yang telah dipaparkan sebelumnya dapat dipahami bahwa mitos atau larangan malam satu Suro menurut Islam bukanlah hal yang dianjurkan untuk dipercayai karena menjadi sebuah wujud perilaku suudzon atau prasangka buruk kepada Allah SWT. Sebaliknya, hendaknya kaum muslim untuk senantiasa mengisi hari-harinya dengan berbagai amalan baik sekaligus berprasangka baik kepada Allah SWT. Wallahu'alam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....