Tapir, Satwa Unik Penjaga Hutan yang Semakin Langka

  • 09 Jul 2026 19:16 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Tapir merupakan salah satu satwa liar yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Ada empat jenis tapir di dunia. Di Indonesia atau asia, tapi memiliki bercak atau corak mirip seperti hewan panda yakni warna hitam dan putih.

Tapir jenis ini hidup di hutan hujan tropis, terutama di Pulau Sumatra. Meski memiliki tubuh yang besar dan moncong menyerupai belalai pendek, tapir dikenal sebagai hewan yang pemalu, jarang terlihat dan lebih aktif mencari makan pada malam hari.

Satwa ini disebut sebagai pemeran penting penjaga ekosistem hutan. Tapir merupakan hewan pemakan buah hutan dalam jumlah besar.

Biji yang tidak tercerna dikeluarkan bersama kotorannya sehingga membantu penyebaran biji di area hutan yang luas untuk nanti mendukung regenerasi hutan, menjaga keragaman hayati hutan serta memastikan hutan tetap sehat dan seimbang.

Tapir sering membuat jalur saat bergerak di hutan atau saat menuju sumber air, sehingga satwa liar lainnya dapat menggunakan jalur ini. Tapir senang berkubang dan berendam di sumber air.

Aktivitas ini membantu membuat lubang air yang bermanfaat saat musim kemarau untuk satwa hutan lainnya. Sebagai satwa liar, tapir yang membutuhkan hutan luas, makanan beragam, dan air bersih membuat keberadaan tapir menandakan hutan tersebut masih sehat dan terjaga.

Keberadaan tapir kini semakin mengkhawatirkan akibat hilangnya habitat hutan karena alih fungsi lahan, perambahan, serta ancaman perburuan akibat lemahnya pengetahuan kepada satwa langka satu ini.

Para pemerhati lingkungan mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian tapir dengan tidak merusak hutan serta tidak melakukan perburuan satwa liar.

Upaya konservasi yang melibatkan pemerintah, lembaga konservasi, dan sosialisasi hewan langka yang dilindungi (UU No.5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati & ekosistemnya) kepada masyarakat menjadi langkah penting agar satwa langka ini tetap dapat hidup di alam bebas.

Jika bertemu tapir maka jangan dikejar, jangan disentuh, jangan diberi makan atau bahkan memviralkan lokasinya, cukup laporkan ke BKSDA atau petugas setempat.

Melestarikan tapir berarti turut menjaga kelestarian hutan sebagai sumber kehidupan bagi manusia dan berbagai makhluk hidup lainnya. Dengan hutan yang tetap lestari, keseimbangan alam dapat terus terjaga untuk generasi mendatang. (Anna Dinna)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....