Pasca Bencana, Jalan Muyang Kute - Pepantang Kembali Dibuka

  • 06 Apr 2026 16:32 WIB
  •  Takengon
RRI.CO.ID, Redelong – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah terus berupaya membuka kembali akses jalan yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Kecamatan Bukit Senin 6 April 2026. Upaya ini dilakukan agar aktivitas masyarakat, khususnya sektor pertanian dan perkebunan, dapat kembali berjalan normal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bener Meriah, Alpahmi, S.T., M.A.P, mengatakan, penanganan difokuskan pada ruas jalan yang menghubungkan rumah sakit muyang kute menuju pepantang, simpang sama rena dan pepedang. Ruas jalan tersebut memiliki panjang sekitar 14,5 kilometer dan merupakan jalur penting bagi masyarakat.

“Pekerjaan pembukaan akses jalan ini diperkirakan berlangsung selama 30 hari. Kondisinya cukup sulit karena material longsor menutup badan jalan di beberapa titik dan kondisi tanah masih labil,” ujar Kepala Dinas PUPR.

Ia menjelaskan, terdapat jembatan rusak longsor di sepanjang ruas jalan tersebut. Selain material tanah dan batu yang cukup tebal, cuaca yang masih sering hujan juga menjadi tantangan bagi petugas di lapangan.

“Meski demikian, kami terus berupaya semaksimal mungkin dengan menurunkan alat berat dan personel agar akses jalan dapat segera dibuka kembali dan bisa dilalui masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah, Bupati Bener Meriah Ir.H.Tagore Abubakar mengintruksikan serta memerintahkan langsung Camat Bukit Syahrian,S.STP, untuk mengkoordinir langsung di lapangan bersama intansi terkait mengingat ruas jalan tersebut sangat penting ( vital ) karena menjadi akses utama menuju kawasan perkebunan masyarakat serta jalur utama yang menghubungkan juga ke wilayah kecamatan bandar kabupaten Bener Meriah.

“Jalan ini digunakan masyarakat untuk menuju area perkebunan yang berada di sekitar Simpang Origon - Pepedang (Pepantang),dan Simpang Rumah Sakit Muyang Kute - Samarena (kecamatan Bandar ) Sedikitnya ada sekitar dua titik yang menghubungkan kecamatan Bukit dan Bandar yang masyarakat umum memanfaatkan akses jalan ini, dengan jumlah petani diperkirakan mencapai lebih dari 1000 kk dari 10 Kampung yang tersebar berdomisili di wilayah kecamatan bukit,” ujar Syahrian

Menurutnya, sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan perekonomian dari hasil pertanian dan perkebunan, terutama kopi serta tanaman hasil bumi lainya.

“Jika akses jalan ini tidak segera dibuka, masyarakat akan kesulitan mengangkut hasil bumi ( panen) dan kebutuhan lainnya. Karena itu, jalan ini sangat penting dan berpengaruh mendongkrak langsung terhadap perekonomian warga,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berharap proses penanganan dapat berjalan lancar sehingga akses jalan segera kembali normal dan aktivitas masyarakat dapat pulih seperti biasa "tutupnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....