Keutamaan Membaca Doa Awal Tahun Baru Islam
- 26 Jun 2025 21:02 WIB
- Takengon
KBRN, Takengon : Tahun Baru Islam atau 1 Muharram 1447 Hijriah menjadi momen spiritual yang penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Dalam menyambut pergantian tahun Hijriah ini, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa awal tahun sebagai bentuk permohonan perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT. Doa ini dapat dibaca secara berjemaah maupun sendirian, khususnya tiga kali setelah salat Maghrib pada malam 1 Muharram.
Salah satu doa yang sering diamalkan adalah doa awal tahun yang disusun oleh Habib Utsman bin Yahya, seorang ulama besar dan Mufti Batavia (Jakarta) pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Doa tersebut termuat dalam kitab beliau yang berjudul Maslakul Akhyar, dan telah diwariskan secara turun-temurun hingga saat ini.
Tradisi membaca doa awal tahun Hijriah ini tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga sarat makna spiritual. KH Sholeh Darat, seorang ulama besar dari Semarang, menjelaskan bahwa membaca doa awal tahun memiliki keutamaan besar dalam melindungi umat Islam dari gangguan setan.
“Barangsiapa membaca doa ini tiga kali di awal bulan Muharram setelah salat Maghrib, maka sesungguhnya setan itu mengucapkan bahwa anak Adam ini sudah aman dalam sisa umurnya selama tahun itu. Sebab Allah SWT memberikan asisten berupa dua malaikat untuk menjaganya agar tidak digoda setan,” terang KH Sholeh Darat.
Dengan membaca doa ini, seorang Muslim memulai tahun baru Hijriah dengan niat dan harapan yang suci, sekaligus memohon penjagaan dari fitnah dan godaan selama satu tahun ke depan. Amalan ini menjadi bentuk ikhtiar spiritual agar hidup tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT.
Selain membaca doa, malam pergantian tahun Hijriah juga menjadi waktu yang tepat untuk bermuhasabah atau introspeksi diri—merenungi perjalanan hidup selama setahun terakhir dan merancang niat amal kebaikan untuk tahun berikutnya. Memperbanyak istighfar, dzikir, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT menjadi bagian dari penghayatan makna tahun baru Islam.
Sebagai tradisi yang dijaga para ulama dan menjadi bagian dari khazanah Islam Nusantara, pembacaan doa awal tahun Hijriah tidak hanya menghadirkan ketenangan batin, tetapi juga mempererat ikatan spiritual umat Islam dengan warisan para ulama terdahulu. Adapun do'a yang sunnah di baca adalah :
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Artinya, “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....