Anggaran MBG Hanya Rp8.000–10.000 per Porsi, Dapur Berusaha Sajikan Menu Terbaik
- 03 Mei 2026 10:51 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon – Fakta mengejutkan terungkap dalam program siaran RRI Takengon, Sabtu, 2 Mei 2026. Anggaran bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) per orang ternyata hanya berkisar Rp8.000 hingga Rp10.000. Meski terbatas, dapur MBG tetap dituntut menghadirkan makanan yang sehat, bergizi, dan disukai siswa.
Hal ini disampaikan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pinangan, Ilham Firmanda, S.AP. Ia meluruskan anggapan masyarakat yang selama ini mengira anggaran MBG mencapai Rp15.000 per porsi.
“Rp15.000 itu bukan semuanya untuk makanan. Ada Rp2.000 untuk sewa dapur dan Rp3.000 untuk operasional. Jadi bahan baku murninya memang Rp8.000 sampai Rp10.000,” jelasnya.
Meski dengan anggaran minim, Ilham menegaskan kebutuhan gizi tetap terpenuhi karena menu dirancang langsung oleh ahli gizi. Tim dapur bekerja sama dengan bagian keuangan untuk menyesuaikan komposisi makanan berdasarkan kebutuhan nutrisi, bukan sekadar harga bahan.
Proses penyajian MBG pun tidak sederhana. Bahan makanan dibeli setiap hari demi menjaga kesegaran. Setelah melewati proses pengecekan kualitas, tim dapur mulai memasak sejak tengah malam.
“Jam 12 malam sudah mulai masak, subuh mulai packing, pagi langsung didistribusikan ke sekolah,” ungkap Ilham.
Setiap tahap diawasi ketat, termasuk pengecekan suhu makanan sebelum dikemas. Bahkan, satu dapur bisa melayani lebih dari 2.000 penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan.
Di sisi lain, tantangan besar juga dihadapi, mulai dari harga bahan pangan yang fluktuatif hingga ketersediaan barang di pasar yang tidak menentu.
“Kalau bahan utama tidak tersedia, kami harus cepat mencari alternatif. Jadi harus selalu ada rencana cadangan,” katanya.
Selain itu, kondisi infrastruktur dan distribusi di Aceh Tengah turut memengaruhi kelancaran program. Namun demikian, dapur MBG tetap berupaya maksimal agar makanan yang disajikan tetap berkualitas.
Menariknya, sisa makanan siswa juga menjadi bahan evaluasi bagi tim dapur. Dari situ, mereka menilai tingkat kesukaan anak terhadap menu yang disajikan.
Ke depan, pihak SPPG berharap adanya penyesuaian anggaran seiring kenaikan harga bahan pokok, agar kualitas layanan tetap terjaga.
Program MBG pun diharapkan tidak hanya dipahami sebagai bantuan makanan, tetapi sebagai upaya serius pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, meski dengan keterbatasan anggaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....