Pendidikan Inklusif: Anak Perempuan Berhak Bermimpi
- 30 Mar 2026 14:13 WIB
- Takengon
RRI. CO.ID, Takengon : Pendidikan inklusif menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia, termasuk di wilayah Aceh Tengah. Hal ini menjadi topik utama dalam dialog Program Pengarusutamaan Gender yang diselenggarakan oleh RRI Takengon pada Senin, 30 Maret 2026, pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Menghadirkan narasumber Siti Rif’atussa’adah Sitorus Pane, dosen Al Washliyah Aceh Tengah, dialog ini mengangkat tema besar tentang pentingnya membuka akses pendidikan yang setara bagi semua, tanpa memandang jenis kelamin.
Dalam pemaparannya, Siti Rif’atussa’adah menegaskan bahwa pendidikan inklusif adalah sistem pendidikan yang transparan, terbuka, dan tidak mengenal batasan gender. Setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan dan mengembangkan potensi diri.
“Perempuan hari ini dituntut untuk berpendidikan. Dengan pendidikan, perempuan memiliki kesempatan lebih luas untuk bermimpi, berkontribusi, dan menentukan masa depannya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kondisi di Aceh Tengah saat ini menunjukkan perkembangan yang positif. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, akses pendidikan antara laki-laki dan perempuan sudah relatif setara, terutama di berbagai perguruan tinggi yang ada di daerah tersebut. Institusi seperti IAIN Takengon, Al Washliyah, dan Sekolah Tinggi Muhammadiyah telah memberikan ruang yang sama bagi perempuan untuk menempuh pendidikan tinggi.
Namun demikian, ia juga menekankan pentingnya melakukan survei dan kajian yang lebih mendalam untuk memastikan bahwa kesetaraan tersebut tidak hanya terlihat di permukaan, tetapi juga benar-benar dirasakan dalam berbagai aspek, seperti kesempatan berprestasi, kepemimpinan, hingga partisipasi aktif di lingkungan akademik.
Dialog ini juga menyoroti bahwa pendidikan inklusif bukan hanya soal akses, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, aman, dan memberdayakan bagi semua peserta didik, khususnya perempuan. Dengan demikian, anak perempuan tidak hanya diberi kesempatan untuk belajar, tetapi juga didorong untuk berani bermimpi besar.
Melalui program ini, RRI Takengon berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesetaraan gender dalam pendidikan. Pendidikan inklusif menjadi kunci untuk melahirkan generasi yang adil, berdaya saing, dan mampu membawa perubahan positif bagi daerah maupun bangsa.
Dengan semangat “anak perempuan berhak bermimpi”, diharapkan tidak ada lagi batasan yang menghalangi perempuan untuk meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....