Pendidikan Inklusif: Anak Perempuan Berhak Bermimpi
- 30 Mar 2026 11:40 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID Takengon: Pendidikan inklusif menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan kesetaraan gender, khususnya dalam membuka ruang bagi anak perempuan untuk meraih cita-cita. Hal ini menjadi topik hangat dalam program dialog Pengarusutamaan Gender yang disiarkan oleh RRI Takengon, dengan menghadirkan narasumber seorang dosen salah satu Perguruan Tinggi d Takengon, Aceh Tengah. Siti Rifatussa'adah Sitorus Pane.
Dalam dialog tersebut, Rifa menegaskan bahwa pendidikan inklusif adalah sistem yang memberikan kesempatan yang sama bagi semua anak tanpa memandang latar belakang, termasuk gender. Menurutnya, anak perempuan memiliki hak yang setara untuk mengakses pendidikan dan mengembangkan potensi diri.
“Setiap anak perempuan berhak bermimpi dan memiliki kesempatan yang sama untuk mewujudkan mimpinya melalui pendidikan,” ujar Rifa.
Namun demikian, ia mengakui bahwa tantangan di lapangan masih cukup kompleks. Di sejumlah wilayah, anak perempuan masih menghadapi berbagai hambatan seperti keterbatasan ekonomi, budaya yang membatasi peran perempuan, hingga pmasih ada stigma bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi.
Selain itu, beban domestik yang kerap dibebankan kepada anak perempuan juga menjadi salah satu faktor yang menghambat mereka untuk melanjutkan pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa isu kesetaraan gender dalam pendidikan masih membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
Rifa juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam mendukung pendidikan anak perempuan. Orang tua, menurutnya, memiliki pengaruh besar dalam membentuk kepercayaan diri dan keberanian anak untuk bermimpi.
“Dukungan keluarga sangat penting. Anak perempuan perlu didorong untuk percaya diri, berani mencoba, dan tidak dibatasi dalam menentukan cita-citanya. Setiap perempuan juga akan menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya kelak. di dalam Al quran juga disebutkan bahwa diwajibkan bagi laki-laki dan perempuan untuk menuntut ilmu. ” jelasnya.
Tidak hanya keluarga, peran sekolah dan lingkungan juga menjadi faktor penentu. Lingkungan belajar yang inklusif dan bebas dari diskriminasi akan membantu anak perempuan tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan mandiri.
Dalam era digital saat ini, peluang bagi anak perempuan untuk belajar semakin terbuka luas. Namun, Rifa mengingatkan bahwa akses teknologi juga harus diimbangi dengan pendampingan agar memberikan dampak positif.
Di akhir dialog, Rifa menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh anak perempuan agar tidak ragu dalam bermimpi.
“Jangan pernah takut bermimpi besar. Teruslah belajar dan percaya bahwa kalian mampu meraih masa depan yang lebih baik dengan MTT yaitu Motivasi, Tekun, dan Tawakal.” pesannya.
Melalui dialog ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan inklusif semakin meningkat, sehingga tidak ada lagi anak perempuan yang tertinggal dalam meraih hak pendidikan. Karena, memberikan kesempatan pendidikan kepada anak perempuan bukan hanya mengubah masa depan individu, tetapi juga masa depan bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....