Kesetaraan Gender Bukan Pilihan, tapi Kebutuhan
- 03 Mar 2026 21:48 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID TAKENGON - Kesetaraan gender sering kali dipahami secara sempit sebagai perjuangan perempuan semata. Padahal, kesetaraan adalah tentang memberikan kesempatan, akses, partisipasi, dan kontrol yang adil bagi laki-laki dan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.
Di era pembangunan modern, kesetaraan bukan lagi sekadar tuntutan moral, tetapi kebutuhan strategis. Mengapa demikian?
Pertama, pembangunan yang tidak melibatkan seluruh potensi masyarakat akan berjalan timpang. Perempuan dan laki-laki memiliki peran, pengalaman, serta perspektif yang berbeda. Ketika keduanya dilibatkan secara setara dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, kebijakan yang dihasilkan akan lebih inklusif dan tepat sasaran.
Kedua, kesetaraan berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Perempuan yang memiliki akses pendidikan dan pekerjaan yang layak akan berkontribusi pada peningkatan ekonomi keluarga. Sementara laki-laki yang terlibat aktif dalam pengasuhan anak turut membangun generasi yang lebih sehat secara emosional dan sosial.
Ketiga, kesetaraan juga menjadi indikator kemajuan suatu daerah atau bangsa. Negara-negara dengan tingkat kesenjangan gender yang rendah umumnya memiliki kualitas hidup yang lebih baik, angka kemiskinan lebih rendah, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil.
Namun, aggapan atau penilaian umum terhadap seseorang atau kelompok tertentu yang dibuat secara sederhana dan sering kali tidak sepenuhnya benar (Stereotip) hingga budaya patriarki, serta kurangnya pemahaman tentang konsep gender sering menjadi hambatan. Pengarusutamaan gender hadir sebagai strategi untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan program pembangunan mempertimbangkan kebutuhan dan pengalaman berbeda antara laki-laki dan perempuan.
Artinya, kesetaraan bukan berarti menyamakan segalanya, tetapi memberikan keadilan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Pada akhirnya, kesetaraan bukanlah pilihan tambahan melainkan fondasi dalam pembangunan. Tanpa kesetaraan, pembangunan akan kehilangan keseimbangan. Tanpa kesetaraan, potensi bangsa tidak akan tergali maksimal.
Karena itu, kesetaraan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, hingga dunia kerja.