Sekolah Rakyat dan Garuda: Cerita Baru Pendidikan Nasional
- 21 Okt 2025 14:23 WIB
- Takengon
KBRN, Takengon : Satu tahun sudah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berjalan. Dalam waktu yang terbilang singkat, sektor pendidikan jadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Dari kota sampai pelosok desa, kini makin banyak anak-anak dari keluarga prasejahtera yang bisa kembali bersekolah lewat program Sekolah Rakyat.
Hingga Oktober 2025, sudah ada 166 Sekolah Rakyat yang berdiri dan beroperasi di berbagai daerah Indonesia. Sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, tapi jadi simbol kesempatan baru bagi ribuan anak yang sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan.
Ruang kelas sederhana, suara tawa anak-anak, dan semangat para guru muda yang mengajar dengan hati menjadi pemandangan sehari-hari di Sekolah Rakyat.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan keberhasilan pendidikan bukan semata soal jumlah sekolah yang berdiri. “Saya bekerja dan mengambil keputusan hanya untuk kepentingan rakyat saya,” ujar Prabowo dalam acara Pengarahan Presiden RI kepada Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di Jakarta, Jumat, (22/8/2025). Ia menyebut pendidikan sebagai fondasi penting untuk menyiapkan generasi penerus yang mampu mengelola kekayaan bangsa.
Program Sekolah Rakyat memang dirancang untuk menghadirkan pendidikan berkualitas yang merata, dengan pendekatan yang lebih fleksibel. Selain pelajaran umum, siswa juga diajarkan keterampilan praktis dan nilai-nilai karakter, supaya mereka siap menghadapi dunia nyata.
Namun bukan cuma Sekolah Rakyat yang jadi sorotan. Pemerintah juga memperkenalkan Sekolah Garuda, model pendidikan unggulan nasional yang jadi “etalase” transformasi pendidikan Indonesia. Hingga kini, sudah ada 12 Sekolah Garuda Transformasi dan 4 Sekolah Garuda Baru yang beroperasi di sejumlah wilayah.
Sekolah Garuda mengusung konsep modern dengan fasilitas digital, metode belajar kreatif, dan fokus pada pengembangan karakter, kepemimpinan, serta kemampuan berpikir kritis.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan Sekolah Garuda diarahkan memperkuat minat siswa pada bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). “Kita berharap Sekolah Garuda melahirkan saintis dan ilmuwan di berbagai bidang,” ujar Mu’ti saat acarapa pengenalan Sekolah Garuda Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Ia menambahkan, program tersebut juga menumbuhkan kemampuan kepemimpinan di kalangan pelajar Indonesia. “Mereka diharapkan memiliki kombinasi kemampuan akademik dan leadership yang kuat,” lanjutnya.
Menurut Dr. Edy Putra Kelana, S.IP., M.Si., M.Pd., pengamat pendidikan dari Aceh Tengah, keberadaan dua program ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah sedang serius membangun fondasi pendidikan yang lebih adil dan berdaya saing.
“Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda adalah dua sisi dari satu tujuan besar: pemerataan dan kualitas. Sekolah Rakyat menyentuh akar masalah pendidikan di daerah, sedangkan Sekolah Garuda menyiapkan generasi unggul di masa depan. Ini langkah strategis yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Edy menambahkan, dampak nyata mulai terlihat di daerah-daerah seperti Aceh Tengah, di mana anak-anak dari keluarga petani kini bisa mengakses fasilitas belajar yang dulunya tak terbayangkan. “Pendidikan kini tak lagi jadi hak istimewa, tapi jadi hak semua anak Indonesia,” katanya tegas.
Tahun pertama pemerintahan Prabowo–Gibran menandai babak baru pendidikan nasional. Dengan Sekolah Rakyat yang membuka jalan bagi anak-anak kurang mampu, dan Sekolah Garuda yang melatih generasi pemimpin masa depan, Indonesia seolah menegaskan mimpinya: pendidikan bukan hanya soal angka, tapi tentang harapan dan masa depan.
Kini, semakin banyak kisah inspiratif bermunculan dari lapangan. Anak-anak di pelosok bisa belajar dengan semangat baru, para orang tua merasa lebih tenang, dan guru-guru muda menemukan panggilan hidupnya di ruang-ruang kelas sederhana itu.
Satu tahun bukan waktu yang panjang, tapi cukup untuk menyalakan harapan. Dengan Sekolah Rakyat yang membuka akses dan Sekolah Garuda yang menyiapkan masa depan, Indonesia tampak melangkah mantap menuju cita-cita besarnya: pendidikan untuk semua, dari desa hingga kota, dari Sabang sampai Merauke.