Regina Sasauw Buktikan Batas Usia Bukan Halangan Ukir Prestasi

  • 28 Agt 2026 07:37 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna – Batas usia maksimal tidak menyurutkan semangat juang Regina Sasauw untuk mengambil bagian dalam ajang pemilihan Ungke Momo Sangihe 2026. Berkat kerja keras, keteguhan mental, dan keterlibatannya yang aktif, ia sukses mendaratkan gelar bergengsi sebagai Momo Favorit Sangihe 2026 yang diulas dalam obrolan Sore Ceria Pro2 RRI Tahuna, Kamis 27 agustus 2026.

Keputusan Regina untuk mendaftar didasari oleh momentum pemilihan yang sempat vakum sejak tahun 2022, sementara usianya kini sudah mendekati batas akhir persyaratan peserta, yakni 27 tahun. Dorongan dari tokoh pemuda setempat serta kerinduannya untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan motor penggerak pembangunan daerah, membulatkan tekadnya untuk mendaftar.

"Tahun ini usia saya sudah mendekati 27 tahun, sedangkan batas usia peserta adalah 27 tahun. Pemilihan sebelumnya berlangsung pada 2022 dan baru kembali dilaksanakan pada 2026. Jadi saya berpikir, kalau tidak sekarang, kapan lagi? Umur tidak bisa kembali, sehingga saya memberanikan diri untuk ikut karena mungkin ini kesempatan terakhir," kata Regina.

Meski sempat merasa insecure karena bersaing dengan para finalis lain yang memiliki keunggulan fisik dan talenta luar biasa, Regina memilih untuk mengubah rasa minder tersebut menjadi motivasi. Baginya, ajang ini bukan sekadar pamer penampilan, melainkan wadah unjuk aksi nyata bagi kemajuan daerah perbatasan.

Perjuangan Regina tidak berjalan mulus karena kondisi fisik dan mentalnya sempat drop menjelang malam grand final akibat kelelahan luar biasa. Bahkan, ia harus mendapatkan asupan vitamin lewat infus saat proses tata rias agar bisa tetap berdiri di atas panggung penobatan.

"Dukungan tanpa henti dari keluarga dan tim official menjadi bahan bakar utama yang membuat saya bangkit dari keinginan untuk menyerah. Saya tidak ingin mengecewakan orang-orang yang telah berjuang bersama, sehingga saya harus menyelesaikan seluruh rangkaian kompetisi hingga tuntas," ucap Regina.

Banyak pengetahuan baru yang ia peroleh selama karantina, termasuk wawasan mendalam tentang sejarah perempuan Sangihe yang ternyata pernah ambil bagian dalam pementasan Tari Salo. Menutup kisahnya, Regina berpesan agar kegagalan tidak pernah dijadikan alasan untuk berhenti, melainkan batu loncatan untuk melompat lebih jauh. (Julfan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....